Sri Mulyani Sebut Pemerintah Tengah Godok Rencana Beri Ponsel dan Pulsa untuk Pelajar, Ini Syaratnya
Sri Mulyani mengungkapkan, aturan pemberian bantuan sosial berupa handphone dan pulsa ini tengah digodok pemerintah pusat.
TRIBUNTERNATE.COM - Di tengah pandemi Covid-19, para pelajar harus mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring atau online.
Tak dipungkiri, KBM yang dilakukan secara online menimbulkan beberapa masalah baru.
Selain kurang efektif, banyak pula siswa yang tidak bisa mengikuti belajar online dengan baik karena kurangnya fasilitas.
Tidak semua pelajar bisa dengan mudah membeli ponsel atau pulsa untuk menunjang kegiatan belajar mereka.
Pemerintah dikabarkan akan memberikan bantuan demi mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar para pelajar yang saat ini masih dilakukan dengan online.
Melansir Kompas.tv, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, akan memberikan bantuan sosial atau bansos kepada para pelajar di Indonesia berupa handphone atau telepon seluler dan pulsa.
• Ini 3 Cara Memastikan Nama Kamu Terdaftar sebagai Penerima Bantuan Karyawan Rp 600.000 atau Tidak
• Presiden Jokowi Sebut Bantuan Subsidi Upah akan Keluar Satu-Dua Minggu Ini
Seperti diketahui, masih merebaknya wabah virus corona atau Covid-19 hingga kini mengharuskan adanya kebiasaan baru untuk menjaga jarak demi terhindar dari penularan virus tersebut.
Sri Mulyani mengungkapkan, aturan pemberian bantuan sosial berupa handphone dan pulsa ini tengah digodok pemerintah pusat.
Namun demikian, diamemastikan, tak semua pelajar dari berbagai kalangan dan tingkatan akan mendapatkan stimulus bantuan tersebut dari pemerintah.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menuturkan, pemberian bantuan handphone dan pulsa akan diberikan kepada para pelajar, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Menurutnya, bantuan handphone dan pulsa sangat dibutuhkan pada saat ini karena banyak pelajar yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Mereka pun selama ini kesulitan untuk mengakses pelajaran secara online karena keterbatasan yakni tidak memiliki handphone.
Kalau pun memiliki telepon pintar, tak sedikit masyarakat yang tak mempunyai uang untuk membeli pulsa atau kuota internet.
"Apakah karena tidak memiliki handphone atau tidak bisa membeli pulsa (jadi tak bisa belajar)? ini menjadi sebuah tantangan yang harus kita pecahkan," kata Sri Mulyani pada Selasa (11/8/2020).
Oleh karena itu, pihaknya saat ini tengah membicarakan hal tersebut dengan instansi terkait yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.