Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

AS Akan Setujui Vaksin Virus Corona Sebelum Uji Klinis Selesai

FDA AS kemungkinan akan memberikan persetujuan darurat untuk calon vaksin corona, meski uji klinisnya belum selesai.

Editor: Sansul Sardi
NICOLAS ASFOURI / AFP
Ilustrasi pengujian vaksin Covid-19 

TRIBUNTERNATE.COM - Calon vaksin corona saat ini tengah dilakukan uji klinis di berbagai negara.

Baru-baru ini Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) kemungkinan akan memberikan persetujuan darurat untuk calon vaksin corona, meski uji klinisnya belum selesai.

Hal itu disampaikannya pada Minggu (30/8/2020) dalam sebuah wawancara dengan Financial Times.

Permintaan persetujuan yang tidak biasa seperti itu harus datang dari pengembang vaksin, kata Stephen Hahn.

Disiapkan Gratis dan Berbayar, Begini Skema Pemberian Vaksin Covid-19 untuk Masyarakat Indonesia

Besok Ikuti Uji Klinis Vaksin Covid-19, Ini Persiapan Ridwan Kamil Sepekan Terakhir

"Jika mereka melakukannya sebelum akhir Fase III" yang melibatkan pengujian ke manusia dalam skala besar, "kami mungkin menganggapnya layak. Kami juga mungkin menganggapnya tidak layak, dan akan membuat keputusan kemudian."

Akan tetapi Hahn bersikeras dia tidak bertindak di bawah tekanan Presiden Donald Trump, yang berulang kali berjanji vaksin akan siap sebelum pemilu AS 3 November.

"Ini akan (berdasarkan) sains, ilmu kedokteran, keputusan data," ucap Hahn.

"Ini tidak akan menjadi keputusan politik."

Sebanyak tiga produsen obat-obatan di negara Barat melakukan uji klinis Fase III mereka dengan lancar, dan melibatkan puluhan ribu peserta.

Ketiganya adalah AstraZeneca yang bermitra dengan Universitas Oxford di Inggris; Moderna yang menggandeng Institut Kesehatan Nasional AS; dan aliansi Pfizer/BioNTech.

Di uji coba ini, sulit diprediksi kapan hasil mutlaknnya akan muncul.

Setengah dari peserta uji coba disuntik vaksin eksperimental, sedangkan separuh lainnya diberi plasebo, menurut laporan dari kantor berita AFP Senin (31/8/2020).

Dalam prosedur normal, pengelola tes harus menunggu mungkin berbulan-bulan, untuk melihat apakah ada perbedaan signifikan secara statistik pada tingkat infeksi kedua kelompok.

Hahn juga mengatakan, otorisasi darurat belum tentu bisa mencakup distribusi ke semua orang, yang kemungkinan diprioritaskan untuk kelompok tertentu yang berisiko tinggi.

"Otorisasi darurat kami tidak sama dengan persetujuan penuh," katanya.

Ikuti Jejak Emil, Kapolda Jabar dan Pangdam Siliwangi, Doni Monardo Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Menteri BUMN Erick Thohir Sebut Negara Lain Kaget Ketika Indonesia Berhasil Uji Vaksin Covid-19

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved