Breaking News:

Otomotif

Benarkah Mobil Berpelat Nomor 'Dewa' Bisa Tidak Sakti Lagi Jika Tak Dikawal Polisi?

mobil dengan pelat nomor "dewa" tidak memiliki keistimewaan khusus saat melintas di jalan raya

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Iring-iringan mobil Presiden Joko Widodo usai upacara pelantikan presiden dan wakil presiden 2019-2024 setibanya di Istana Merdeka Jakarta, Minggu (20/10/2019). 

TRIBUNTERNATE.COM - Hampir semua pengguna jalanan sudah paham jika ada ada beberapa pelat nomor khusus yang diperuntukkan oleh para pejabat atau instansi negara.

Memang kendaraan para pejabat atau instansi negara menggunakan pelat nomor khusus dengan kode rahasia.

Nomor ini diberikan oleh pemerintah yang menandakan atas status atau identitas pengguna supaya memudahkan petugas dan pihak lain di kesempatan tertentu.

Misalnya, dengan akhiran huruf RFP, RFS, RFD, RFL, dan banyak lagi.

Viral, TNI-Polri Buru Kendaraan Berplat Nomor Khusus Kode RF, Ini Alasannya

Catat, Ini Biaya Pembuatan Pelat Nomor Cantik Resmi dari Kepolisian

Kendati demikian, mobil dengan pelat nomor "dewa" tidak memiliki keistimewaan khusus saat melintas di jalan raya, kecuali ketika mereka bertugas dengan pendampingan Kepolisian Republik Indonesia.

Mobil dinas baru Toyota Crown Hybird terparkir di halaman depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/10/2019).
Mobil dinas baru Toyota Crown Hybird terparkir di halaman depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/10/2019). (KOMPAS.com/Haryantipuspasari)

"Setiap kendaraan yang digunakan di jalan wajib mematuhi aturan lalu lintas, tanpa terkecuali, mau pelat apapun.

Tidak ada keistimewaan bagi mereka (pengguna pelat "dewa")," ucap Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dihubungi Kompas.com, Selasa (15/9/2020).

Hal ini sebagaimana tercantum dalam Undang-undang No.22 Tahun 2009 pasal 134 mengenai kelompok pengendara yang mendapatkan prioritas jalan.

Daftar Pelat Nomor Menteri dan Pejabat di Indonesia, RI 1 hingga RI 42

Begini Cara Aman Isi Bensin Tanpa Keluar Mobil

Pada ayat pertama pasal tersebut dijelaskan bahwa kendaraan yang mendapat hak utama seperti mobil pimpinan dan pejabat negara asing, serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara, harus dikawal oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau menggunakan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi sirene.

Mobil Presiden Joko Widodo saat meninggalkan kompleks Keben, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Mobil Presiden Joko Widodo saat meninggalkan kompleks Keben, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (KOMPAS.com / Wijaya Kusuma)

Hal serupa juga dinyatakan Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu beberapa waktu lalu yang menyebut keistimewaan pelat nomor "dewa" ada aturan mainnya.

Halaman
12
Editor: Sri Handayani1
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved