Gempa Bumi Guncang Turki dan Yunani, 22 Orang Dilaporkan Tewas
Sedikitnya 22 orang meninggal dilaporkan di Turki dan Yunani akibat gempa dahsyat yang mengguncang Laut Aegean pada Jumat sore (30/10/2020).
Menteri Dalam Negeri Perancis, Gérald Darmanin mengatakan di Twitter negaranya telah menawarkan untuk mengirim bantuan ke Turki dan Yunani.
"Perancis berdiri di samping orang-orang Turki dan Yunani dalam menghadapi cobaan yang mengerikan ini," kata Darmanin.
"Jika pemerintah negara-negara ini menginginkannya, bantuan Perancis dapat segera dikirim ke tempat kejadian," terangnya.
Para pemimpin Perancis dan Turki baru-baru ini memperdebatkan kebebasan berbicara dan ekstremisme Islam, menyusul pembunuhan seorang guru Paris yang telah menunjukkan kartun Nabi Muhammad majalah Charlie Hebdo, kepada siswanya oleh majalah.
Erdogan belum secara terbuka menanggapi pernyataan menteri dalam negeri Perancis di Twitter.
Dia sebelumnya mengatakan di Twitter, "Cepat sembuh Izmir" setelah gempa melanda.
"Dengan semua sarana negara kami, kami mendukung warga kami yang terkena dampak gempa. Kami mengambil tindakan untuk memulai pekerjaan yang diperlukan di wilayah tersebut dengan semua lembaga dan menteri kami yang relevan," tulis Erdogan.
Presiden Parlemen Eropa, David Sassoli, juga menuli dalam Twitternya, "Pikiran saya bersama semua orang Yunani dan Turki yang terkena dampak gempa bumi yang kuat yang melanda Laut Aegea."
"Bersama dengan lembaga UE lainnya, kami mengikuti situasi ini dengan cermat. UE siap membantu," katanya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sedikitnya 22 Orang Tewas dalam Gempa Bumi di Turki dan Yunani"
Penulis : Shintaloka Pradita Sicca
Editor : Shintaloka Pradita Sicca