Jumat, 15 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Epidemiolog Minta Pemerintah RI Belajar dari 10 Bulan Pandemi Covid-19: Tingkatkan 3T dan 5M

Menurut epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman, pemerintah harus belajar dari 10 bulan penanganan pandemi di tahun 2020.

Tayang:
Istimewa
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman 

TRIBUNTERNATE.COM - Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengungkapkan harapannya untuk tahun 2021 terkait pandemi Covid-19 di Indonesia.

Menurut Dicky Budiman, pemerintah harus belajar dari 10 bulan penanganan pandemi di tahun 2020.

Terlebih kini program vaksinasi segera dimulai. Menurutnya vaksinasi bukan solusi tunggal mengatasi ini, tidak ada jalan pintas untuk keluar dari pandemi.

Hal mendasar dan penting dilakukan adalah melakukan strategi 3T yakni testing, tracing, isolasi karantina dan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, menjauh keramaian).

Sayangnya, hal tersebut dianggapnya masih sangat lemah, sehingga akan mengancam keberhasilan exit strategi.

"Langkah awal tahun 2021 yang tepat dalam merespon ancaman perburukan pandemi Covid-19 akan menentukan pola pandemi Indonesia. Peran intervensi 3T dan 5M sangat vital. Vaksin dan terapi sebagai pendukung exit straegi," ujarnya saat dihubungi, Jumat (1/1/2121).

Jika tidak ditangani dengan baik, Dicky menuturkan Indonesia dikhawatirkan menjadi tempat berkembangnya virus corona yang menginfeksi lebih banyak orang.

"Jangan biarkan Indonesia sebagai ladang subur mutasi virus SARS-CoV-2 akibat pandemi yang kunjung tidak terkendali," tutur Dicky.

Baca juga: Vaksin Covid-19 dari Pfizer Jadi yang Pertama Mendapat Izin Penggunaan Darurat dari WHO

Baca juga: Update WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Jumat, 1 Januari 2021: Ada Tambahan Kasus di 5 Negara

Baca juga: Ini 5 Tips Memanggang Makanan Agar Lebih Sehat, Pilah Makanan Sedari Awal

Desakan Epidemiolog UI Pandu Riono untuk Tarik Rem Darurat

Angka kasus infeksi virus corona Covid-19 di Indonesia masih terus mengalami peningkatan.

Akibatnya, banyak rumah sakit di berbagai daerah yang mulai kewalahan.

Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono menanggapi penuhnya sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di beberapa daerah.

Menurutnya, kebijakan rem darurat harus segera dilakukan, sebab peningkatan kasus Covid-19 sedang tinggi-tingginya.

"Jangan menarik (rem darurat) tahun depan, (tetapi) sekarang. Besok ditarik rem darurat," ujar Pandu kepada Kompas.com, Senin (28/12/2020). 

Ia juga menanggapi wacana Pemprov DKI Jakarta yang kemungkinan akan menarik rem darurat dalam penanganan Covid-19.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved