Masih Pandemi Covid-19, Pengadaan Laptop Rp1,6 Miliar Anggota DPRD Sumatera Utara Jadi Sorotan
Di tengah masih mendesaknya re-focusing anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19, anggota dewan menggelontorkan Rp1,6 miliar untuk pengadaan laptop.
TRIBUNTERNATE.COM - Pengadaan laptop oleh anggota DPRD Sumatera Utara menjadi sorotan publik.
Sebab, di tengah masih mendesaknya re-focusing anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19, anggota dewan menggelontorkan justru Rp1,6 miliar untuk pengadaan laptop.
Alasan pengadaan laptop adalah untuk mendukung kinerja selama pandemi, lantaran harus bekerja menggunakan aplikasi Zoom.
"Itu program lama. Sudah dianggarkan sejak kami dilantik lalu. Tapi di-pending, dan diusulkan lagi di P-APBD tahun lalu," kata Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting, Senin (11/1/2021).
Baca juga: Divonis 1.075 Tahun, Ini Deretan Kasus Harun Yahya: Klaim Punya 1.000 Pacar hingga Penipuan
Baca juga: Daftar Kekayaan 5 Calon Kapolri Pengganti Idham Azis, Harta Komjen Listyo Sigit Capai Rp8,31 Miliar
Baca juga: Pencarian Sriwijaya Air SJ182: Pesawat Diduga Jatuh ke Laut dengan Kecepatan Tinggi
Dia beralasan, laptop yang diberikan kepada seluruh anggota DPRD Sumut itu hanya dipinjampakaikan hingga masa periodesasi tugas mereka sebagai wakil rakyat selesai.
"Itu bukan menjadi hak milik. Tapi kami jaga dan rawat. Habis periodesasi harus dikembalikan itu. Bukan menjadi hak milik," katanya.
Disinggung soal pengadaannya di tengah masa pandemi Covid-19, di mana masih banyak rakyat yang kesusahan dan butuh bantuan, serta Pemprov Sumut yang melakukan re-focusing anggaran sebesar Rp 1,5 triliun untuk penanganan virus corona di wilyahanya, Baskami justru menyebutkan bahwa pengadaan laptop tetap menjadi prioritas.
Sebab, dia merasa pengadaan laptop ini lebih penting untuk kinerjanya dan anggota DPRD Sumut.
"Pengadaan ini kita usulkan untuk bantu kinerja. Karena sekarang kan lagi Covid-19. Jadi sebagian kita rapat pakai zoom. Jadi salah satunya membantu kinerja seperti rapat-rapat di dewan," sebutnya.
Meski berdalih pengadaan laptop ini untuk mendukung kinerja anggota dewan, banyak pihak yang meragukan alasan itu.
Sebab, sebagaimana pengalaman sebelumnya, ada 100 unit laptop di DPRD Sumut yang raib entah ke mana.
Berdasarkan Laporan Hasil Pemerikasaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara Tahun Anggaran (TA) 2015, terdapat aset peralatan dan mesin senilai Rp 1.738.885.000 yang dikuasai pihak lain, yaitu 100 unit laptop pada Sekretaris Dewan.
Menurut laporan BPK, seluruh aset tersebut dikuasai oleh anggota DPRD Sumut periode 2009-2014.
Hingga saat ini, ratusan laptop itupun tak jelas juntrungannya ada di mana. Malah, sekarang ada lagi pengadaan laptop dengan dalih menunjang kinerja.
Baca juga: 15 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia Hari Ini
Baca juga: Mantan Ketua KNKT Sebut Jika Black Box Sriwijaya Air Terendam Lumpur, Sinyal Pinger Sulit Ditemukan
Berkenaan dengan masalah ini, Baskami sendiri tidak memberikan penjelasan, siapa yang bisa menjamin bahwa anggota dewan itu akan mengembalikan aset negara.