Tanggapi Tewasnya Enam Laskar FPI, Pengacara FPI: Seharusnya Ada Tembakan Peringatan
Pengacara Front Pembela Islam (FPI) Hariadi Nasution menyayangkan aparat kepolisian yang pada akhirnya menembak anggota laskar FPI.
TRIBUNTERNATE.COM - Pengacara Front Pembela Islam (FPI) Hariadi Nasution turut menanggapi hasil penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait tewasnya enam laskar FPI yang terlibat bentrok dengan anggota Polda Metro Jaya pada (7/12/2020) lalu.
Menurut Hariadi, Komnas HAM terlalu cepat menyimpulkan apa yang menjadi temuannya tanpa melihat fakta bahwa yang meninggal dunia ada enam orang laskar.
Ia juga menyayangkan aparat kepolisian yang pada akhirnya menembak anggota laskar FPI.
Sebab, Hariadi menilai seharusnya aparat bisa memberikan tembakan peringatan alih-alih menembak.
"Kalau melawan laskar kayak begitu, menurut saya, enggak perlu juga dibunuh sampai kayak begitu."
"Kan lihat sendiri jenazahnya itu kan hasil otopsinya seperti apa,” kata Hariadi, dikutip dari Kompas.com.
"Misalnya ditembak peringatan atau apa biar mereka tahu ini polisi," tambahnya.
Hariadi juga menyebut, seharusnya anggota kepolisian bisa lebih sabar terhadap 6 laskar FPI.

Baca juga: PPATK Tanggapi Pemblokiran 87 Rekening Milik FPI: Jangan Khawatir, Uangnya Tidak akan Hilang
Baca juga: Mardani Ali Sera Tanggapi Pelanggaran HAM oleh Polri dalam Kasus Tewasnya 4 Laskar FPI
Baca juga: Komnas HAM: Kasus Tewasnya 4 Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 adalah Pelanggaran HAM
Pasalnya, sebagian besar anggota laskar yang tewas itu masih tergolong berusia muda.
"Petugas harus sabar apalagi ngadepin anak-anak muda, cara-caranya SOP-nya kan juga harus ada," ujar Hariadi pada Senin (18/1/2021).
Hariadi juga menyayangkan pernyataan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik yang menyebut ada laskar yang sempat tertawa-tawa saat terjadi bentrok dengan polisi.
Menurutnya, kesimpulan yang hanya berdasarkan rekaman suara (voice note), atau bukan berdasarkan fakta di lapangan.
"Ya itu kan terjadinya para laskar yang mengalami, sementara ketua Komnas HAM itu kan dia enggak mengalami."
"Dia hanya mendengar rekaman voice note dan menyimpulkan hal itu dari voice note," kata Hariadi.
"Itu sangat-sangat disayangkan sekali begitu, masa sekelas Komnas HAM menyimpulkan dari voice note itu laskar FPI ketawa-ketawa," tambahnya.