Mengenal Istilah 'Supremasi Kulit Putih', Permasalahan Ras yang Dibahas di Pidato Perdana Joe Biden
Joe Biden menyebutkan akan melawan supremasi kulit putih pada pidato perdananya. Apa arti istilah supremasi kulit putih?
TRIBUNTERNATE.COM - Joe Biden memberikan pidato perdananya sebagai Presiden AS ke-46 pada Rabu (20/1/2021) waktu setempat.
Setelah resmi dilantik dan mengucapkan sumpah Presiden, dirinya melanjutkan dengan menyampaikan pidato perdananya.
Dalam pidatonya yang dilaksanakan di Gedung Kongres Capitol Hill, Washington DC itu, ia membahas beberapa hal.
Salah satu hal yang dibahas dalam pidato perdananya adalah perihal permasalahan supremasi kulit putih (white supremacy).
Dikutip dari siaran langsung pelantikan Presiden dan Wakil Presiden AS yang ditayangkan secara langsung di kanal Youtube KompasTV, dirinya berjanji akan melawan supremasi kulit putih yang menimbulkan ekstremisme politik dan teror domestik.
Seperti apa supremasi kulit putih yang dimaksud oleh Joe Biden dalam pidatonya?
Supremasi Kulit Putih, Permasalahan Ras yang telah Mengakar Kuat di AS
Supremasi kulit putih atau white supremacy didefinisikan sebagai teori atau keyakinan bahwa orang kulit putih secara bawaan lebih unggul daripada orang yang berasal dari ras lain, seperti yang dilansir dari Harper Collin's English Dictionary.
Dikutip dari PittsBurgh Arts Council, supremasi kulit putih adalah sistem dan penindasan terhadap bangsa, dataran, maupun orang-orang dari kulit berwarna yang dilakukan oleh orang kulit putih dan bangsa Eropa.
Sistem dan penindasan ini terbentuk berdasarkan sejarah dan bertahan secara institusional.
Tujuan dari sistem ini adalah untuk mempertahankan dan melindungi sistem kesejahteraan, kekuasaan, dan privilese kaum kulit putih.
Di Amerika Serikat, supremasi kulit putih ini datang seiring dengan munculnya kekuatan ekonomi negara adidaya itu.
Akar supremasi kulit putih terletak pada pembentukan eksploitasi ekonomi dengan mengeksploitasi sumber daya dan tenaga kerja.
Kemudian, eksploitasi tersebut dibenarkan atau dijustifikasi dengan menjadikan inferioritas para korban eksploitasi sebagai sebuah budaya.
Perlu diketahui, rasisme merupakan salah satu bentuk dari supremasi kulit putih.
Kejadian supremasi kulit putih atau rasisme dilakukan oleh para Euro-Amerika atau pendatang di AS yang berasal dari dataran Eropa.
Hal ini terjadi ketika para Euro-Amerika mengontrol masyarakat AS untuk melawan masyarakat asli atau pribumi Amerika.
Sasaran rasisme berikutnya terjadi kepada orang kulit hitam.
Setelah orang kulit hitam mulai berdatangan ke Amerika, pada awalnya mereka dipekerjakan sebagai budak.
Seiring berjalannya waktu, para orang kulit hitam ini menjadi pekerja upahan yang dieksploitasi.
Setelah orang kulit hitam, orang Meksiko, menjadi sasaran berikutnya.
Setelah itu, dilanjutkan dengan rasisme kepada orang-orang dari berbagai ras lainnya yang datang ke AS, seperti Tionghoa, Korea, Asia Tenggara, dan lain-lain.
Dalam kehidupan saat ini, supremasi kulit putih dilihat sebagai sebuah kekuatan, yang diberlakukan melalui sistem dan institusi.
Dikutip dari media AS Quartz, sistem dan institusi di AS dibuat untuk menguntungkan orang kulit putih.
Sementara itu, orang non-kulit putih tertindas. Hal ini dibuktikan oleh segala hal pada kehidupan sehari-hari di AS.
Mulai dari sistem hukum, hingga proses sebuah perusahaan menyeleksi karyawannya, seluruhnya lebih mengutamakan orang kulit putih.
Sistem hukum Amerika Serikat dianggap lebih tajam kepada orang non-kulit putih.
Sedangkan bagi perusahaan, akan lebih mudah menerima orang kulit putih dibandingkan ras lainnya.
Selain itu, sekolah yang siswanya terdiri atas mayoritas kulit putih, memiliki lebih banyak dukungan dana dibandingkan sekolah dengan mayoritas siswa kulit hitam.
Bahkan di AS, juga banyak muncul kejadian di mana orang kulit hitam lebih sering menjadi sasaran penembakan atau dibunuh oleh polisi, daripada orang kulit putih.
Salah satu contoh insiden yang menjadi sorotan dunia adalah kasus kematian George Floyd akibat dianiaya oleh polisi AS beberapa waktu lalu.
Joe Biden Dilantik sebagai Presiden AS
Joe Biden dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) pada Rabu (20/1/2021) pukul 11.30 waktu setempat.
Pelantikan Joe Biden digelar di West Front Gedung Capitol AS di Washington DC,
Pelantikan ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dan diberi pembatasan sesuai protokol pandemi virus corona yang diberlakukan.
Biden secara resmi menjadi Presiden AS ke-46 setelah diambil sumpahnya oleh Ketua Mahkamah Agung, John Roberts.
Saat prosesi pengambilan sumpah, Joe Biden meletakkan tangannya di atas Alkitab yang berusia lebih dari 100 tahun milik keluarga Biden, yang dipegang oleh istrinya, Jill Biden.
Selain itu, Kamala Harris juga dilantik sebagai Wakil Presiden AS dan diambil sumpahnya oleh Hakim Agung, Sonia Sotomayor.
Kamala Harris resmi menjadi perempuan pertama, orang kulit berwarna pertama, dan sekaligus merupakan orang keturunan Asia Selatan pertama yang menjadi Wakil Presiden AS.
(TribunTernate.com/Qonitah Rohmadiena)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/supremasi-kulit-putih.jpg)