Jumat, 8 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

PM Johnson Siap Buka Sekolah Meski Virus Corona Baru dari Afrika Selatan Berkembang di Inggris

PM Boris Johnson, persiapkan penerapkan kebijakan membuka kembali sekolah, meski varian virus corona baru dari Afrika Selatan berkembang di Inggris.

Tayang:
AFP/POOL/LEON NEAL
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson saat konferensi pers virus corona di Inggris, Kamis (19/3/2020). 

TRIBUNTERNATE.COM - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mendorong persiapan dalam rangka menerapkan kebijakan membuka kembali sekolah pada 8 Maret 2021.

PM Johnson mengambil langkah ini setelah Chris Whitty, dokter dan ahli epidemiologi Inggris yang menjabat sebagai Kepala Petugas Medis dan Penasihat Medis untuk Pemerintah Inggris, mengatakan kepadanya bahwa gelombang wabah virus corona saat ini telah melewati puncaknya yakni tahun lalu.

Pria yang berasal dari Partai Konservatif Inggris ini telah memerintahkan pemaksimalan persiapan pembukaan kembali sekolah.

Ia juga akan mempersiapkan sejumlah langkah baru untuk membantu anak-anak mengejar ketertinggalan pelajaran selama lockdown.

Dilansir dari Daily Mail UK, optimisme ini juga disebabkan oleh keberhasilan berkelanjutan dari upaya vaksinasi di Inggris.

Di lain pihak, Chris Whitty mengatakan kepada PM Johnson bahwa laju penularan Covid-19 di Inggris telah melewati puncaknya dan telah menurun selama seminggu.

Data dari Departemen Kesehatan Inggris juga menunjukkan kasus terus menurun, dan mencapai level terendah tujuh minggu dari 18.607 tes positif.

Baca juga: Gerakan #MediaLawanCovid19 Luncurkan Kampanye Anti-Covid19 Hati-hati Makan Bersama

Baca juga: Indonesia Duduki Peringkat 1 Kasus Aktif Covid-19 di Asia, Satgas: Pemerintah Berusaha Optimis

Boris Johnson bersikeras bahwa kebijakan lockdown dan vaksin telah efektif melawan penularan virus corona.

Ia juga menekankan bahwa Pemerintah percaya semua jenis vaksin yang digunakan di Inggris efektif terhadap semua varian virus corona.

Johnson juga mengatakan, ia telah berdiskusi dengan para menteri.

Pria kelahiran 1964 ini mengatakan kepada wartawan pada kunjungannya ke pusat vaksinasi di Batley bahwa ia melihat ada tanda-tanda grafik mendatar bahkan turun pada persebaran virus Corona.

"Kami mulai melihat beberapa tanda-tanda mendatar, dan mungkin bahkan penurunan angka pasien terinfeksi, dan pasien di rawat inap," ujar Johnson.

Akan tetapi, ia mengingatkan untuk tetap waspada.

Ia menambahkan, jangan sampai grafik ini naik lagi karena masyarakat lengah sebelum semua mendapatkan suntikan vaksin.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson saat konferensi pers virus corona di Inggris, Kamis (19/3/2020).
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson saat konferensi pers virus corona di Inggris, Kamis (19/3/2020). (AFP/POOL/LEON NEAL)

Varian Baru Virus Corona dari Afrika Selatan yang lebih menular berkembang di Inggris

Sementara itu, saat ini sedang dilakukan tes Covid-19 door-to-door di delapan bagian Inggris di mana dikhawatirkan varian baru menyebar di masyarakat.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melacak persebaran virus yang telah bermutasi.

Menurut para ahli, jika varian baru ini menyebar, dapat menghambat proses vaksinasi.

Pejabat kesehatan Inggris akan bergabung dengan polisi setempat, anggota dewan dan petugas pemadam kebakaran untuk mengunjungi rumah-rumah di beberapa daerah di seluruh Inggris.

Diperkirakan sebanyak 350.000 orang di daerah yang diduga menjadi tempat penyebaran varian baru, telah diminta untuk tinggal di rumah, seperti dilansir dari Daily Mail UK.

Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, mengatakan orang-orang di daerah tersebut harus melakukan tindakan pencegahan ekstra khusus.

Hal ini lantaran ancaman wabah varian baru tersebut sangat menular.

Hancock menyampaikan hal ini pada konferensi pers Senin (1/2/2021) malam di Downing Street.

Perintah untuk tinggal di rumah, ditujukan kepada semua orang, akan tetapi khususnya sangat penting bagi orang-orang di area tersebut untuk meminimalkan semua kontak sosial dan melakukan tes.

Kesehatan Masyarakat Inggris telah menemukan 105 kasus varian Afrika Selatan 'B.1.351' sejak 22 Desember, tersebar di delapan wilayah yang menerima pengujian tambahan.

Termasuk setidaknya ada 11 orang yang terkena virus varian baru dari Afrika Selatan ini, tetapi tidak memiliki riwayat perjalanan internasional.

Hancock mengatakan, telah dilakukan pelacakan kontak untuk mengisolasi kontak dekat 11 pasien tersebut.

Saat ini tidak ada bukti bahwa varian baru tersebut menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Selain itu, penelitian awal menunjukkan bahwa vaksin yang digunakan saat ini dapat berfungsi cukup baik untuk memproteksi.

Para ahli di Inggris khawatir karena kemungkinan ada ratusan kasus lagi sudah berkembang di Inggris.

Hal ini karena Kementerian Kesehatan Inggris hanya menganalisis satu dari 10 sampel positif acak dan strain tersebut tidak dapat ditemukan dalam tes PCR standar.

Sementara itu, seluruh swab yang dikonfirmasi positif Covid-19 akan dikirim ke laboratorium untuk pengujian lebih lanjut.

(TribunTernate.com/Qonitah)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved