Terkini Internasional
Bahas Soal Putri Diana dengan Oprah Winfrey, Pangeran Harry Takut ''Sejarah akan Kembali Terulang''
Pangeran Harry berbicara tentang kekhawatirannya tentang sejarah yang akan kembali terulang kepada presenter Oprah Winfrey.
TRIBUNTERNATE.COM - Kisah tentang anggota keluarga Kerajaan Inggris selalu menarik untuk dibahas.
Belum lama ini, Pangeran Harry berbicara tentang kekhawatirannya tentang sejarah yang akan kembali terulang kepada presenter Oprah Winfrey.
Hal itu secara tak langsung terkait dengan keputusan Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle, untuk mundur dari tugas sebagai anggota keluarga Kerajaan Inggris.
Dikutip TribunTernate.com dari laman The Guardian, stasiun televisi Amerika Serikat CBS telah merilis video singkat dari petikan wawancara Oprah Winfrey dengan Pangeran Harry dan Meghan Markle.
Petikan video itu merupakan promo program wawancara yang dijadwalkan akan tayang pada 7 Maret 2021 mendatang.
Ini juga merupakan wawancara televisi pertama yang dilakukan oleh Pangeran Harry dan Meghan Markle sejak mereka pindah ke California tahun lalu.
Baca juga: Demi Privasi, Pangeran Harry dan Meghan Langsung Pindah Rumah Baru Usai Diintip Paparazzi
Baca juga: Meghan Markle dan Harry Dikritik di Tengah Pandemi Corona Gegara Umumkan Nama Brand Baru Archewell
Baca juga: Dampak Mundur dari Kerajaan: Pangeran Harry dan Meghan Markle Kini Tak Dapat Fasilitas Keamanan
"Kekhawatiran terbesar saya adalah sejarah yang akan kembali terulang," kata Pangeran Harry.
Pernyataan itu merujuk pada ibundanya, Putri Diana, yang meninggal dunia pada usia 36 tahun akibat kecelakaan mobil di Paris, Prancis saat dikejar-kejar oleh paparazzi.
Baca juga: Umumkan Negatif Covid-19, Aurel Hermansyah Berikan Pelukan Erat dengan Keluarga
Baca juga: Viral Kisah Pria Tawarkan Ikan Cupang Gratis pada Susi Pudjiastuti, Tantangannya Kirim tanpa Plastik
Baca juga: Jhoni Allen Marbun Layangkan Gugatan kepada AHY, Ini Tanggapan Andi Arief dan Andi Mallarangeng
Sebagaimana diketahui, Putri Diana mendapat kecaman dari Kerajaan Inggris setelah memutuskan berpisah dari Pangeran Charles pada 1990an.
Sementara, Pangeran Harry selalu menyebut liputan media yang intens turut berkontribusi pada wafatnya sang ibunda.
Dalam video singkat Oprah Winfrey, Pangeran Harry terlihat duduk di sebelah Meghan Markle dan memegang tangannya.
Pasangan yang menikah pada 19 Mei 2018 itu juga mengumumkan bahwa mereka tengah menantikan anak kedua.
"Saya hanya benar-benar lega dan bahagia, duduk di sini mengobrol denganmu, dengan istri di samping saya," kata Pangeran Harry.
"Karena saya tidak bisa membayangkan seperti apa rasanya hal ini bagi ibu saya (Putri Diana, red.), menjalani proses semacam ini sendirian selama bertahun-tahun lalu," lanjutnya.
"Rasanya luar biasa sulit bagi kami berdua. Tetapi, setidaknya kami saling memiliki satu sama lain," tambahnya.
Dalam video itu, Oprah Winfrey berkata bahwa tidak ada subjek yang tak dibahas.
Kemudian, di satu titik ia berkata kepada Pangeran Harry dan Meghan Markle, "kalian telah mengatakan beberapa hal yang mengejutkan di sini."
Termasuk tentang situasi mereka yang "hampir tidak bisa membuat mereka bertahan."
Sebelum pindah ke California, Pangeran Harry dan istrinya telah mengungkap perlakuan tabloid dan media Inggris terhadap Meghan Markle.
Diketahui, Meghan Markle memiliki darah campuran, sang ayah berkulit putih, sementara ibunya adalah keturunan Afrika-Amerika.
Beberapa perlakuan itu, kata Pangeran Harry dan Meghan Markle, mengandung unsur bullying atau rasisme.
Bulan Maret ini, Buckingham Palace mengumumkan bahwa Pangeran Harry dan Meghan Markle tidak akan kembali ke kehidupan mereka sebagai anggota keluarga yang melaksanakan tugas kerajaan.
Dalam sebuah wawancara dengan James Corden untuk program televisi The Late Late Show pekan lalu, Pangeran Harry mengungkap rasa keberatannya karena media Inggris merangsek terlalu jauh ke dalam kehidupan keluarganya.
Ia menyebut, invasi media dalam kehidupan keluarganya itu jauh lebih dalam dibandingkan yang digambarkan dalam mini seri The Crown.
Menurutnya, pers Inggris telah membuat "lingkungan yang sulit" yang merusak kesehatan mentalnya.
Akan tetapi, dia menegaskan dirinya tidak "menghindar sama sekali" dari kehidupan keluarga kerajaan.
"Itu hanya melangkah mundur, bukan turun," kata pria kelahiran London, 15 September 1984 itu.
Pangeran bernama lengkap Henry Charles Albert David itu mengatakan, "Jadi, saya melakukan apa yang akan dilakukan seorang suami, seorang ayah lakukan. Itu seperti: 'Saya harus membawa keluarga saya jauh dari sini.' Tapi, kami tidak benar-benar menjauh (dari Kerajaan Inggris, red.)."
Ia menambahkan, "Saya tidak akan pernah menjauh. Saya akan selalu memberikan kontribusi."
SUMBER: Reuters via The Guardian
(TribunTernate.com/Rizki A.)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/harry-meghan.jpg)