Rabu, 8 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Hari Perempuan Internasional 2021 Angkat Tema #ChooseToChallenge Memilih untuk Melawan, Apa Artinya?

Hari Perempuan Internasional 2021 yang diperingati hari ini 8 Maret 2021 mengangkat tema #ChooseToChallenge atau memilih untuk melawan, apa artinya?

Pexels/@mentatdgt
Ilustrasi perempuan dalam International Women's Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional 2021 yang bertemakan #ChooseToChallenge. 

TRIBUNTERNATE.COM - Tepat di hari ini, tanggal 8 Maret, setiap tahunnya diperingati sebagai International Women’s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional.

Hari Perempuan Internasional ada untuk merayakan pencapaian sosial, ekonomi, budaya, dan politik perempuan.

Jika tahun lalu Hari Perempuan Internasional mengusung tema Each for Equal, Hari Perempuan Internasional 2021 kali ini mengangkat tema #ChooseToChallenge.

Hal yang ingin disampaikan melalui tema Choose to Challenge ini adalah bahwa para perempuan juga dapat memilih untuk mencari dan merayakan pencapaian kaum mereka.

Semua orang, khususnya perempuan, bisa memilih untuk menantang atau melawan dan menyerukan bias dan ketidaksetaraan gender.

Sebab, secara individu, semua orang bertanggung jawab atas pikiran dan tindakannya masing-masing, setiap hari, sepanjang hari.

Contoh bias dan ketidaksetaraan gender sendiri masih bisa dirasakan hingga hari ini.

Dalam bidang politik misalnya, adanya pandangan bahwa politik itu keras, penuh debat, serta pikiran yang cerdas, semua poin itu diasumsikan sebagai dunia laki-laki dan bukan milik perempuan.

Sehingga area publik dianggap menjadi milik laki-laki dan area domestik yang bersifat rumah tangga menjadi milik perempuan.

Baca juga: Google Doodle Tampilkan Video Spesial Hari Perempuan Internasional 8 Maret, Ini Sejarahnya

Ketidaksetaraan gender juga masih bisa dirasakan di bidang ekonomi dan pendidikan.

Dalam bidang ekonomi, masih sedikit pengakuan terhadap kaum perempuan ketika mereka sukses dan berhasil menjadi pelaku ekonomi.

Sebab, masyarakat menganggap aktivitas ekonomi yang dijalani perempuan adalah sekedar sampingan, bukan sebuah pekerjaan yang prestisius seperti yang dilakukan laki-laki.

Tokoh perempuan Indonesia yang sukses dalam pekerjaannya. Menteri Keuangan Sri Mulyani masuk Top World's 100 Most Powerful Women versi Forbes dan jadi satu-satunya wanita Indonesia.
Tokoh perempuan Indonesia yang sukses dalam pekerjaannya. Menteri Keuangan Sri Mulyani masuk Top World's 100 Most Powerful Women versi Forbes dan jadi satu-satunya wanita Indonesia. (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

Sementara, dalam bidang pendidikan, ketidaksetaraan gender dialami para perempuan yang tinggal di wilayah pedesaan.

Di wilayah pedesaan, perempuan cenderung disekolahkan hanya untuk bisa membaca dan menulis, dan dirasa tidak perlu mendapatkan pendidikan tinggi.

Sebab, pada akhirnya perempuan akan menjadi ibu rumah tangga yang mengerjakan pekerjaan domestik.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved