Hari Perempuan Internasional 2021 Angkat Tema #ChooseToChallenge Memilih untuk Melawan, Apa Artinya?
Hari Perempuan Internasional 2021 yang diperingati hari ini 8 Maret 2021 mengangkat tema #ChooseToChallenge atau memilih untuk melawan, apa artinya?
TRIBUNTERNATE.COM - Tepat di hari ini, tanggal 8 Maret, setiap tahunnya diperingati sebagai International Women’s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional.
Hari Perempuan Internasional ada untuk merayakan pencapaian sosial, ekonomi, budaya, dan politik perempuan.
Jika tahun lalu Hari Perempuan Internasional mengusung tema Each for Equal, Hari Perempuan Internasional 2021 kali ini mengangkat tema #ChooseToChallenge.
Hal yang ingin disampaikan melalui tema Choose to Challenge ini adalah bahwa para perempuan juga dapat memilih untuk mencari dan merayakan pencapaian kaum mereka.
Semua orang, khususnya perempuan, bisa memilih untuk menantang atau melawan dan menyerukan bias dan ketidaksetaraan gender.
Sebab, secara individu, semua orang bertanggung jawab atas pikiran dan tindakannya masing-masing, setiap hari, sepanjang hari.
Contoh bias dan ketidaksetaraan gender sendiri masih bisa dirasakan hingga hari ini.
Dalam bidang politik misalnya, adanya pandangan bahwa politik itu keras, penuh debat, serta pikiran yang cerdas, semua poin itu diasumsikan sebagai dunia laki-laki dan bukan milik perempuan.
Sehingga area publik dianggap menjadi milik laki-laki dan area domestik yang bersifat rumah tangga menjadi milik perempuan.
Baca juga: Google Doodle Tampilkan Video Spesial Hari Perempuan Internasional 8 Maret, Ini Sejarahnya
Ketidaksetaraan gender juga masih bisa dirasakan di bidang ekonomi dan pendidikan.
Dalam bidang ekonomi, masih sedikit pengakuan terhadap kaum perempuan ketika mereka sukses dan berhasil menjadi pelaku ekonomi.
Sebab, masyarakat menganggap aktivitas ekonomi yang dijalani perempuan adalah sekedar sampingan, bukan sebuah pekerjaan yang prestisius seperti yang dilakukan laki-laki.
Sementara, dalam bidang pendidikan, ketidaksetaraan gender dialami para perempuan yang tinggal di wilayah pedesaan.
Di wilayah pedesaan, perempuan cenderung disekolahkan hanya untuk bisa membaca dan menulis, dan dirasa tidak perlu mendapatkan pendidikan tinggi.
Sebab, pada akhirnya perempuan akan menjadi ibu rumah tangga yang mengerjakan pekerjaan domestik.
Tak hanya di pedesaan, ketidaksetaraan gender juga bisa dirasakan di Perguruan Tinggi.
Tanpa disadari, ada pengkotakan jurusan tertentu yang hanya identik dengan laki-laki.
Contohnya, jurusan teknik lebih didominasi oleh mahasiswa laki-laki, sementara jurusan sosial dan ekonomi didominasi oleh mahasiswa perempuan.
Baca juga: Daftar Nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik FFI 2020, Laura Basuki hingga Tara Basro
Latar belakang Hari Perempuan Internasional
Melansir NBC News, 8 Maret 2019, KaeLyn Rich, penulis buku Girls Resist! A Guide to Activism, Leadership and Starting a Revolution, mengatakan, cikal bakal perayaan Hari Perempuan Internasional dapat ditelusuri hingga tahun 1900-an.
"Saya rasa banyak orang melihat IWD sebagai bagian dari Women's History Month, atau bagian dari perayaan umum pencapaian perempuan dan pemahaman mereka berhenti di situ," kata Rich.
"Pada awalnya, IWD adalah hari protes massa dan aksi kolektif yang diorganisir oleh dan untuk perempuan," kata dia.
Berdasarkan catatan IWD, sejarah Hari Perempuan Internasional dapat dilacak hingga awal 1900-an, ketika dunia sedang bergejolak dengan industrialisasi.
Pada waktu itu, dunia tengah dihadapkan dengan ledakan populasi manusia serta kebangkitan ideologi radikal.
Gerakan kolektif perempuan bermula dari keresahan dan perdebatan kritis yang terjadi di antara perempuan.
Penindasan dan ketimpangan yang mereka alami, memacu perempuan untuk lebih vokal dan aktif mengampanyekan perubahan.
Hari Perempuan Internasional pertama diusulkan
Pada tahun 1908, ada 15.000 wanita yang berunjuk rasa di New York City, Amerika Serikat.
Mereka menuntut jam kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih baik, dan hak mengikuti pemilu.
Lalu, sesuai dengan deklarasi Partai Sosialis Amerika, Hari Perempuan Nasional (NWD) pertama diperingati di seluruh Amerika Serikat pada 28 Februari 1909.
Perempuan di Amerika Serikat terus merayakan NWD pada Minggu terakhir Februari, hingga tahun 1913.
Pada 1910, Konferensi Buruh Wanita Internasional jilid dua diadakan di Kopenhagen, Denmark.
Seorang perempuan bernama Clara Zetkin, pemimpin 'Kantor Perempuan' untuk Partai Sosial Demokrat di Jerman, mengajukan gagasan tentang Hari Perempuan Internasional.
Dia mengusulkan bahwa setiap tahun di setiap negara harus ada perayaan pada hari yang sama untuk menyuarakan tuntutan kolektif perempuan.
Konferensi yang dihadiri lebih dari 100 perempuan dari 17 negara, mewakili serikat pekerja, dan partai sosialis itu menyambut saran Zetkin dengan persetujuan bulat.
Dengan demikian Hari Perempuan Internasional disetujui.
jarah Hari Perempuan Internasional dapat dilacak hingga awal 1900-an, ketika dunia seda
(TribunTernate/Ronna)(Kompas.com/Jawahir Gustav Rizal)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengapa Ada Peringatan Hari Perempuan Internasional 8 Maret?"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/hari-perempuan-internasional.jpg)