Pernah Jadi Bahan Baku Utama Pabrik Miras, Begini Proses Air Kali Ciliwung yang Diubah Jadi Bir
Air Kali Ciliwung pada saat Jakarta masih bernama Batavia pernah menjadi bahan baku utama pabrik miras yang produknya laku di pasaran.
TRIBUNTERNATE.COM - Siapa yang sangka, Kali Ciliwung yang kini airnya keruh berwarna cokelat dulunya menjadi bahan baku utama pabrik minuman keras (miras).
Mengutip Kompas.com, dahulu saat Jakarta masih bernama Batavia, ada sebuah pabrik miras yang berdiri di sekitar aliran Kali Ciliwung.
Yusna Sasanti Dadtun dalam tesisnya di Universitas Gadjah Mada berjudul “Air Api di Mulut Ciliwung: Sistem Produksi dan Perdagangan Minuman Keras di Batavia 1873-1898”, menyebut alasan pendirian pabrik tersebut.
“Karena kayu gelondongan yang digunakan sebagai bahan bakar pabrik dialirkan melalui Sungai Ciliwung dan para pemilik pabrik minuman keras mengambil kayu gelondongan tersebut dari sungai,” tulis Yusna.
Memasuki masa kemerdekaan, pabrik miras di Kali Ciliwung berkurang drastis, sementara sisanya direlokasi.
Namun, beberapa pabrik miras masih mengandalkan Kali Ciliwung sebagai sarana produksi.
Salah satunya adalah pabrik bir Budjana Yasa.
Sebelum kemerdekaan, pabrik ini milik orang Jerman, lalu jatuh ke tangan Belanda, kemudian dinasionalisasi menjadi perusahaan negara pada tahun 19550-an.
Nama produk dari pabrik miras Budjana Yasa ini adalah Angker Bir.
Budjana Djaja membuat bir menggunakan air Kali Ciliwung.
Baca juga: Presiden Jokowi Cabut Perpres soal Izin Investasi Miras

“Yang serba bau dan warnanya kotor kekuning-kuningan itu. Terangnya air untuk bir itu disedot dari salah satu sudut kali Banjir Kanal Timur,” ungkap Djaja, 10 Oktober 1964.
Tak banyak orang tahu tentang ini, sehingga Djaja memastikannya langsung ke pabriknya.
Pembuatannya memang menyedot air Kali Ciliwung.
“Namun berkat alat-alat teknik yang serba modern, maka air kotor serba bau dari Kali Ciliwung itu dapat disterilkan dan diubah menjadi air bersih,” terang Djaja menenangkan pembaca dan penikmat bir.
Bahan baku bir tak hanya air, ada pula mauch (sejenis kembang palawija Eropa), hop, gandum, beras, ragi, dan gula.