Pernah Jadi Bahan Baku Utama Pabrik Miras, Begini Proses Air Kali Ciliwung yang Diubah Jadi Bir
Air Kali Ciliwung pada saat Jakarta masih bernama Batavia pernah menjadi bahan baku utama pabrik miras yang produknya laku di pasaran.
Mauch, hop, dan gandum masih perlu impor, sedangkan beras, ragi, dan gula sudah tersedia di dalam negeri.
Sementara, dalam bir impor, beras dan gula tidak digunakan sebagai bahan baku.
Mauch dan hop memberikan rasa pahit kepada bir lokal.
Baunya harum dan berkhasiat untuk memberi rangsangan pada urat syaraf tubuh.
Pembuatan bir di pabrik Budjana dimulai dari penyortiran gandum yang memakan waktu 4-8 hari.
Baca juga: Bantah Wapres Maruf Amin Tak Dilibatkan saat Susun Aturan Investasi Miras, Istana: Semua Dilibatkan

Jika proses tersebut sudah selesai, gandum lalu dimasukan ke oven.
Selanjutnya, peragian gandum yang dilakukan bersamaan dengan pemasakan bahan bir seperti air, mauch, dan hop.
Bahan-bahan itu lalu dicampur dalam satu ketel, sehingga berubah menjadi alkohol dan CO2.
Setelah itu, pendinginan bahan-bahan bir dalam suhu minus 0 derajat celcius.
Kemudian masuk tahap penyaringan, prosesnya tiga kali penyaringan agar bersih.
Terakhir, bir dituang ke dalam botol yang sudah disterilkan, lalu bir ditutup dengan penutup impor.
Semua proses tadi telah menggunakan mesin-mesin modern.
“Tenaga manusia hanya mengawasi,” tulis Djaja.
Dengan demikian, kualitas bir tetap terjaga dan kuantitasnya stabil.
Bir buatan Budjana Yasa dijual di hotel-hotel, pusat belanja kelas atas, dan tempat wisata lainnya sesuai aturan daerah.
Baca juga: Rencana Pemprov DKI Jakarta Jual Saham di Perusahaan Bir Belum Juga Terealisasi, Mengapa?