Virus Corona
Varian Baru Virus Corona B117 di Indonesia, Zubairi Djoerban: Dugaan Saya, Penyebarannya Sudah Luas
Profesor Zubairi Djoerban menduga, penyebaran virus corona B117 di Indonesia sudah lebih besar daripada yang terdiagnosis.
Kendati demikian, ia mengatakan, meski gejala yang ditimbulkannya hampir sama, masyarakat tetap harus peka terhadap gejala utama dari virus tersebut.
"Intinya gejala standar sama saja ada panas sesak, tapi itu gejala utama penting sekali," ujarnya.
Sementara itu, ahli epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan mutasi virus corona B117 lebih menular daripada virus corona yang ada sebelumnya.
Dicky mengatakan, penularan mutasi virus corona ini lebih cepat 40-70 persen.
"Ada potensi pada event super spreader atau keramaian akan sangat efektif (menular) itu. Karena 40 sampai 70 persen cepat menular," jelas Dicky kepada Kompas.com, Rabu.
Menurut Dicky, mutasi virus corona ini sama dengan virus corona SARS-CoV-2. Keduanya hanya memiliki perbedaan pada kode genetik.
"Kalau bicara strain baru, virusnya tetap SARS-CoV-2, penyakitnya pun sama, Covid-19, hanya yang berbeda adalah kode genetik dari si virus ini,"ujarnya.
(TribunTernate.com/Rizki A.) (Kompas.com/Haryanti Puspa Sari)