Bertambah! Jerman, Perancis, Italia, dan Spanyol Turut Tangguhkan Izin Penggunaan Vaksin AstraZeneca
Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol bergabung ke dalam daftar negara Eropa yang menangguhkan izin penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca.
Keterangan Pihak AstraZeneca dan Pemerintah Inggris
Profesor Andrew Pollard, Direktur kelompok pengembang vaksin Oxford yang mengembangkan vaksin AstraZeneca, mengatakan, pihaknya memiliki bukti yang kuat bahwa tidak ada peningkatan fenomena efek samping pembekuan darah di Inggris, tempat di mana sebagian besar dosis vaksin AstraZeneca diberikan sejauh ini.
Pihak AstraZeneca juga mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari vaksin yang diproduksi oleh perusahaannya.
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson juga turut bersikeras menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca aman.
"Di MHRA (Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan Inggris) kami memiliki salah satu regulator terkuat dan paling berpengalaman di dunia," ujar Johnson.
Menurutnya, MRHA tidak melihat ada hal yang mengkhawatirkan yang mendorong untuk penghentian penyuntikan vaksin AstraZeneca.
"Mereka tidak melihat alasan sama sekali untuk menghentikan program vaksinasi untuk salah satu vaksin yang kami gunakan saat ini," lanjut Johnson.
Kepala keamanan vaksin MRHA, Dr Phil Bryan, mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki lebih lanjut kasus ini.
"Kami sedang meninjau laporan dengan cermat. Tetapi dari bukti yang ada, tidak menunjukkan bahwa vaksin (AstraZeneca) adalah penyebabnya," ujar Bryan.
Bryan mengklaim bahwa kejadian penggumpalan darah dapat terjadi secara alami dan bukan hal yang jarang.
Menurutnya, dari 11 juta dosis vaksin yang telah disuntikkan di Inggris, hanya ada sedikit laporan kasus penggumpalan darah.
"Penggumpalan darah dapat terjadi secara alami dan tidak jarang. Lebih dari 11 juta dosis vaksin AstraZeneca sekarang telah diberikan di seluruh Inggris, dan jumlah penggumpalan darah yang dilaporkan setelah mendapatkan vaksin tidak lebih dari jumlah yang akan terjadi secara alami dalam populasi yang divaksinasi," terang Bryan.
Sementara itu, pihak AstraZeneca mengatakan, telah melakukan tinjauan terhadap lebih dari 17 juta orang yang disuntik vaksin AstraZeneca di Eropa dan Inggris.
Dari 17 juta orang tersebut, tidak menunjukkan bukti peningkatan risiko pembekuan darah seperti beberapa kasus yang telah dilaporkan.
(TribunTernate.com/Qonitah)