Breaking News:

Rencana Impor Beras 1 Juta Ton Tuai Kritikan dari Faisal Basri, Rizal Ramli, hingga Febri Diansyah

Para tokoh ekonomi hingga pegiat antikorupsi pun menyuarakan kritikan mereka terhadap rencana impor beras 1 juta ton melalui media sosial.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Rohmana Kurniandari
TRIBUNNEWS/HERUDIN
ILUSTRASI BERAS IMPOR - Buruh angkut menata karung-karung beras Bulog asal Vietnam di salah satu toko di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Selasa (28/1/2014). 

TRIBUNTERNATE.COM - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Perekonomian menyatakan akan melakukan impor beras sebanyak 1 sampai 1,5 juta ton dalam waktu dekat.

Rencana ini akan dilakukan melalui penugasan kepada Perum Bulog untuk memenuhi kebutuhan tahun 2021. 

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, Kamis (4/3/2021) lalu.

Pemerintah mengklaim, rencana impor beras bertujuan untuk menjaga stok beras nasional.

Tidak hanya itu, pemerintah juga mengkaji kemungkinan impor komoditas lainnya selain beras, seperti daging dan gula.

Kebijakan rencana impor beras ini menuai kritikan dan tanggapan dari sejumlah pihak.

Para tokoh ekonomi hingga pegiat antikorupsi pun menyuarakan kritikan mereka melalui media sosial.

1. Rizal Ramli

Politikus sekaligus pakar ekonomi Indonesia, Rizal Ramli, menyampaikan tanggapan mengenai rencana impor beras 1 juta ton lewat akun Twitter-nya, pada Kamis (17/3/2021).

Dalam cuitannya, Rizal Ramli menyebut apabila pemerintah benar-benar mendukung petani dan pangan dalam negeri, seharusnya sistem kuota impor dihapus.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved