Breaking News:

Rencana Impor Beras 1 Juta Ton Tuai Kritikan dari Faisal Basri, Rizal Ramli, hingga Febri Diansyah

Para tokoh ekonomi hingga pegiat antikorupsi pun menyuarakan kritikan mereka terhadap rencana impor beras 1 juta ton melalui media sosial.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Rohmana Kurniandari
TRIBUNNEWS/HERUDIN
ILUSTRASI BERAS IMPOR - Buruh angkut menata karung-karung beras Bulog asal Vietnam di salah satu toko di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Selasa (28/1/2014). 

Sebab, kuota impor berpotensi menimbulkan rente (bunga uang atau riba, red.) senilai puluhan triliun rupiah dan memiskinkan petani dalam negeri.

Ia menyarankan, sistem kuota impor diganti dengan sistem tarif.

Sehingga, dengan begitu negara bisa memperoleh tambahan penerimaan sekaligus menyediakan perlindungan bagi petani dalam negeri.

Tanggapan Rizal Ramli mengenai rencana impor beras 1 juta ton melalui cuitannya.
Tanggapan Rizal Ramli mengenai rencana impor beras 1 juta ton melalui cuitannya. (Tangkap layar Twitter/@RamliRizal)

Baca juga: Kemenaker Rumuskan Aturan Pemberian THR 2021, Bisa Dicicil atau Tidak?

Baca juga: Wacana Impor Beras 1 Juta Ton: Ditolak DPR, Muncul Pasca-Seruan Benci Produk Luar Negeri dari Jokowi

2. Febri Diansyah

Pasca-bergulirnya wacana impor beras 1 juta ton, pegiat antikorupsi sekaligus pendiri firma hukum Visi Integritas, Febri Diansyah, turut memberikan tanggapan.

Lewat akun Twitter @febridiansyah, mantan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini mengingatkan banyaknya kasus korupsi terkait kebijakan impor.

Seperti impor daging, impor ikan, impor gula, impor bawang putih, hingga impor tekstil.

Oleh karenanya, Febri Diansyah berharap kasus korupsi terkait kebijakan impor tidak bertambah lagi.

Selain itu, ia meminta supaya kasus korupsi terkait impor sebelumnya dijadikan pembelajaran, terutama bagi kebijakan impor bahan pangan dan kebutuhan pokok.

Tanggapan Febri Diansyah mengenai kebijakan impor bahan pangan pokok.
Tanggapan Febri Diansyah mengenai kebijakan impor bahan pangan pokok. (Tangkap layar Twitter/@febridiansyah)

3. Faisal Basri

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved