Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Mengaku Dididik untuk Tidak Membiarkan Kezaliman, Marzuki Alie: Saya Prihatin Mereka Menutup Mata

Mendukung pernyataan Moeldoko yang beberapa waktu diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Marzuki Alie mengatakan akan terus melawan kezaliman.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Mantan Ketua DPR RI, Marzuki Alie. 

TRIBUNTERNATE.COM - Mendukung pernyataan Moeldoko yang beberapa waktu diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Marzuki Alie mengatakan akan terus melawan kezaliman.

Marzuki mengaku dirinya telah dibesarkan dalam lingkungan yang tidak bisa membiarkan kezaliman.

“Hidup memang pilihan, apakah kita mau berkorban saat berada di zona nyaman, atau kita diam membiarkan kezaliman. Saya dididik dalam lingkungan yang tidak bisa membiarkan kezaliman,” tulis Marzuki pada akun Twitter pribadinya, Senin (29/3/2021).

Marzuki menceritakan masa lalu ketika dirinya mengundurkan diri dari direksi BUMN karena ia merasakan ketidakadilan.

“Saya menjadi direksi BUMN msh usia muda, 40 tahunan. Saya rasakan ketidakadilan, maka saya berhenti sebagai direksi BUMN” lanjutnya.

Dikatakan Marzuki, dirinya tidak pernah diam ketika melihat ketidakadilan dan kezaliman kala dirinya menjadi ketua DPR di masa lalu.

“Saya berjuang bersama di PD, dipercaya sebagai Ka.DPR, apakah saya diam tatkala ada ketidakadilan dan kezaliman? Kalau mau terus menikmati kenyamanan, ikut saja apa maunya. Tapi sekali lagi mohon maaf, saya tidak bisa memilih itu, walaupun sendiri, saya harus berani melawan, walau langit runtuh,” ujarnya

Baca juga: Moeldoko Akui Tak Kabari Jokowi soal Polemik Demokrat: Saya Terbiasa Ambil Risiko Demi Negara

Baca juga: Merasa Dizalimi karena Dituduh Pengkhianat, Marzuki Ingatkan Kubu AHY Soal Komitmen Awal Demokrat

Marzuki mengaku prihatin melihat orang-orang tertama generasi muda yang ada di Partai Demokrat menutup mata atas ketidakadilan dan kezaliman.

“Saya senang banyak generasi muda yang berjuang di partai, karena merekalah calon pemimpin masa depan. Tapi saya prihatin, sedih tatkala mereka anak-anak muda menutup mata atas ketidak adilan, kezaliman, dengan narasi-narasi pembenaran, menyerang membabi buta, membully senior-senior yang berniat baik untuk mereka,” lanjutnya.

Marzuki mengatakan, apa yang ia dan Partai Demokrat kubu Moeldoko lakukan bukanlah untuk kepentingan mereka pribadi.

Dirinya juga mengaku tidak memiliki ambisi jabatan apapun.

“Apa yang kami lakukan, bukan untuk kami. Kami sudah selesai, tidak ada ambisi jabatan apapun, kecuali ingin membentangkan karpet merah utk generasi muda menjadi pemimpin di masa yang akan datang,” lanjutnya.

Marzuki juga mengatakan, bukan hanya anak pejabat saja yang bisa jadi pemimpin, namun, semua anak bangsa bisa memiliki kesempatan yang sama.

“Semua anak bangsa, kaya miskin, punya kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin, bukan hanya untuk anak pejabat,” tulisnya.

Baca juga: Sebut Nazaruddin juga Kader Bermasalah, Wasekjen Partai Demokrat Anggap Kubu Moeldoko Inkonsisten

Baca juga: Sebut Kasus Hambalang Telah Selesai, Wasekjen Demokrat Anggap Kubu Moeldoko Frustasi

Moeldoko Ungkap Alasan Mau Pimpin Demokrat karena untuk Menyelamatkan Negara

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved