Breaking News:

Wanita Terlibat Aksi Teror Bom Bunuh Diri, Psikolog Forensik: Latar Belakang Psikososial-nya Rapuh

Beberapa tersangka terkait peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar yang terjadi pada Minggu (28/3/2021) lalu merupakan perempuan.

TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Petugas Kepolisian melakukan olah TKP ledakan di Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus atau Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021). Polisi menyatakan bom yang meledak tersebut merupakan bom bunuh diri. 

TRIBUNTERNATE.COM – Keterlibatan wanita dalam aksi terorisme dan bom bunuh diri kini semakin memprihatinkan.

Hal tersebut diungkapkan oleh peneliti psikologi forensik Division of Applied Social Psychologi Research (DASPR), Reno Fitria.

Diketahui, beberapa tersangka yang diamankan terkait peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar yang terjadi pada Minggu (28/3/2021) lalu merupakan perempuan.

Menurut Reno Fitria, ini juga menjadi hal yang menyeramkan.

“Ini jadi menyeramkan ya, karena perempuan mau turut aksi seperti itu. Menyembunyikan senjata, sengaja menyembunyikan DPO dan lain-lain,” kata Reno yang pernah mewawancarai perempuan-perempuan narapidana kasus terorisme.

“Kasus Makassar, dari tujuh tersangka, tiga di antaranya perempuan. Satunya kakak ipar YSF yang tewas. Ini menjadikan pertanyaan ada apa dengan perempuan?” tanya Reno dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Dari hasil riset lembaganya yang terlibat aktif upaya deradikalisasi bersama BNPT dan elemen pemerintah, banyak di antara wanita yang terlibat aksi dan organisasi teror itu berlatar belakang rapuh secara psikososial.

“Mereka ini fragile, rapuh. Jika ada yang menemukan kenyamanan, mereka akan ketarik ke organisasinya,” urainya.  

Baca juga: Identitas Wanita Terduga Teroris yang Nekat Terabas Mabes Polri Terungkap, Usianya Masih 26 Tahun

Baca juga: Apa yang Dilakukan KNKT dan Pihak Boeing di AS setelah CVR Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Ditemukan?

Baca juga: Pasca-Ditolaknya Permohonan Kubu Moeldoko, Popularitas Partai Demokrat Dinilai Semakin Meningkat

“Ada latar belakang psikologis dari kaum perempuan yang saya temui, punya riwayat masa lalu yang akhirnya mereka menemukan sosok ideal saat bertemu teman seorganisasi,” imbuhnya.

Secara latar pendidikan, umumnya para wanita ini beragam. Demografiknya menurut Reno sangat bervariatif.

Halaman
1234
Editor: Rizki A
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved