Breaking News:

Menag Yaqut Cholil: Arab Saudi Izinkan Jemaah Umrah yang Sudah Divaksin Covid-19 Sertifikat WHO

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan, vaksin Sinovac yang kebanyakan disuntikkan kepada masyarakat Indonesia, belum mendapat sertifikasi WHO.

Instagram/gusyaqut
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas 

TRIBUNTERNATE.COM - Pemerintah Arab Saudi akan kembali membuka penyelenggaraan ibadah umrah, dengan syarat untuk jemaah yang sudah divaksin Covid-19.

Namun, izin tersebut berlaku bagi jemaah yang telah disuntik vaksin dengan sertifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan, vaksin Sinovac yang kebanyakan disuntikkan kepada masyarakat Indonesia, belum mendapat sertifikasi dari WHO.

Hal ini disampaikan Yaqut dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Kamis (8/4/2021).

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Tribunnews.com/ Chaerul Umam)

Baca juga: Negara Produsen Vaksin Hadapi Gelombang Ketiga, Menkes Minta Maaf Vaksinasi Covid-19 Berkurang

Baca juga: Arab Saudi Rilis Aturan Umrah Selama Ramadhan, Ini 3 Kategori Jemaah yang Diizinkan ke Tanah Suci

Baca juga: WNI Dilarang Masuk Arab Saudi, Bagaimana Nasib Orang yang Sudah Daftar Umrah? Ini Penjelasan Kemlu

"Soal Sinovac, sebenarnya bukan tidak disetujui pak, tidak begitu. Jadi persyaratan yang diberikan pemerintah Saudi untuk bisa terima jemaah umrah, saya nggak bicara haji saja ya," kata pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu.

"Kalau umrah itu syaratnya adalah sudah divaksin, kan sudah mulai dibuka mulai Ramadan besok boleh umrah tapi yang sudah divaksin. Vaksinnya itu harus certificated WHO. Jadi sudah disertifikasi WHO, sementara Sinovac belum," imbuhnya.

Baca juga: Sosok Aktor Myanmar Paing Takhon yang Ditangkap karena Lawan Kudeta Militer, Pernah Viral Jadi Biksu

Baca juga: Viral Kisah Pria Kehilangan Uang Rp10 Juta, Sopir Pabrik yang Mengembalikan: Saya Gemetaran

Baca juga: Larangan Mudik Berlaku pada 6-17 Mei 2021, Ini Rincian Sanksinya: Travel Gelap akan Ditindak

Lantas, bagaimana dengan nasib jemaah Indonesia?

Gus Yaqut mengatakan, vaksin Sinovac bukan berarti tidak bisa.

Menurutnya, kemungkinan besar Sinovac masih dalam proses mendapatkan sertifikat dari WHO.

Dia juga tak memungkiri saat ini ada perang dagang dan geopolitik berkaitan dengan jual beli vaksin masa pandemi.

"Kalau belum itu bukan berarti tidak, pasti ada proses yang sedang dilakukan agar Sinovac ini bisa teregister oleh WHO. Memang betul ada geopolitik ada perang dagang di situ, tapi itu bukan domain saya untuk jelaskan. Tapi ya itu kira-kira kalau ngomong soal umrah, itu bisa, umrah Ramadan sudah bisa tapi harus vaksin dan vaksinnya harus sertikat WHO," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menag Sebut Vaksin Sinovac Belum Bisa Jadi Syarat Umrah, Bagaimana Nasib Jemaah Indonesia?
Penulis: chaerul umam

Editor: Rizki A
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved