Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Megawati Jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN, Pengamat: Latar Belakangnya Tidak Cocok dengan Sains

Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga juga menyayangkan mengapa Megawati mau menerima jabatan Ketua Dewan Pengarah BRIN.

TRIBUNNEWS.COM/Humas KEMHAN
Megawati Soekarnoputri. 

TRIBUNTERNATE.COM - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri diangkat menjadi menjadi Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Pengangkatan ini pun mendapat sorotan dari pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga.

Menurutnya, pengangkatan Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN dapat menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.

Banyak akademisi, kata dia, yang menyayangkan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait hal itu.

Para akademisi menilai, latar belakang Mega tidak cocok menduduki posisi tersebut.

"Penilaian akademisi tersebut masul akal. Karena latar belakang Mega memang tidak berkaitan dengan dunia sains. Selama ini Mega hanya dikenal sebagai politisi yang menjadi ketua umum partai dan sempat menjadi presiden menggantikan Gusdur yang saat itu diturunkan MPR melalui Sidang Istimewa," ujar Jamiluddin, kepada wartawan, Kamis (6/5/2021).

Baca juga: 75 Pegawai KPK Tak Lolos Tes ASN, Kepala Setara Institute: Lolos, Tidak Lolos adalah Hal yang Lumrah

Baca juga: Viral Pengemudi Mobil Pajero dengan SIM Kekaisaran Sunda Nusantara, Ditilang dan akan Dites Kejiwaan

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, PM India Narendra Modi Disebut Pilih Bangun Rumah Baru hingga Tuai Kritikan

Baca juga: KPK Nyatakan Tak Pecat 75 Pegawai yang Gagal Tes ASN, Ini Langkah Selanjutnya

Dia juga menyayangkan mengapa Megawati mau menerima tawaran tersebut.

Sebab, sebagai sosok yang pernah menjadi presiden, idealnya posisi tersebut bukanlah jabatan yang menarik buat mantan presiden.

Selain itu, Jamiluddin sulit membayangkan Mega dapat mengarahkan para ilmuwan yang menjadi peneliti dan penemu inovasi di BRIN.

Selain memang memiliki kepakaran khusus yang mumpuni, mereka juga bekerja dalam kesenyapan.

Menurutnya, ironis apabila orang-orang sekaliber mereka diarahkan orang yang tak pernah berkiprah di dunia riset dan inovasi.

"Jadi, BRIN bukanlah dunia Megawati. Karena itu, tak selayaknya ia menerima posisi strategis tersebut," kata Jamiluddin.

"Berikanlah posisi tersebut kepada ilmuwan indonesia yang tersebar di berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Mereka inilah yang berkompeten menduduki posisi tersebut," imbuhnya.

Lebih lanjut, Jamiluddin menilai Megawati sebaiknya cukup menjadi seorang negarawan saja, daripada menjadi Ketua Dewan Pengarah BRIN.

"Mega sebaiknya cukup menjadi negarawan, seperti yang diperankan Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, dan Tri Sutrisno. Posisi ini jauh lebih terhormat daripada jabatan ketua Dewan Pengarah BRIN.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved