Kamis, 4 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Kasus Covid-19 Melonjak, PM India Narendra Modi Disebut Pilih Bangun Rumah Baru hingga Tuai Kritikan

Partai oposisi India baru-baru ini mengritik Perdana Menteri Narendra Modi yang memilih mambangun rumah baru dibanding membantu penanganan Covid-19.

Tayang:
Rolling Stone/Imago/ZUMA
Perdana Menteri India Narendra Modi 

TRIBUNTERNATE.COM - Lonjakan kasus Covid-19 di India menjadi sorotan dunia. 

Peran Perdana Menteri India, Narendra Modi pun tak luput dari perhatian. 

Baru-baru ini, Narendra Modi disebut memilih membangun rumah baru dibanding membantu penanganan Covid-19

Hal itu mendapat kritikan dari partai oposisi India

Kritik dari oposisi pemerintah ini muncul menyusul laporan bahwa kediaman Perdana Menteri Modi ditargetkan akan selesai pada Desember 2022.

Adapun pembangunan rumah itu merupakan bagian dari proyek vista sentral.

Dilansir The Daily Beast, kompleks kediaman Modi yang berada di New Delhi itu diperkirakan memakan biaya senilai USD 1,7 miliar.

Pada Selasa (4/5/2021), pemimpin oposisi, Priyanka Gandhi mengatakan dalam postingan Twitternya bahwa dana penting sedang dialihkan untuk pembangunan rumah baru perdana menteri.

Para Pendukung Partai Kongres meneriakkan slogan-slogan ketika mereka membakar patung Perdana Menteri India Narendra Modi selama demonstrasi untuk memprotes kekerasan yang terjadi di New Delhi, di Amritsar pada 26 Februari 2020. Polisi anti huru-hara berpatroli di jalan-jalan ibukota India pada Februari 26 dan pemimpin kota menyerukan jam malam setelah pertempuran antara umat Hindu dan Muslim yang merenggut sedikitnya 20 nyawa. NARINDER NANU/AFP.
Para Pendukung Partai Kongres meneriakkan slogan-slogan ketika mereka membakar patung Perdana Menteri India Narendra Modi selama demonstrasi untuk memprotes kekerasan yang terjadi di New Delhi, di Amritsar pada 26 Februari 2020. Polisi anti huru-hara berpatroli di jalan-jalan ibukota India pada Februari 26 dan pemimpin kota menyerukan jam malam setelah pertempuran antara umat Hindu dan Muslim yang merenggut sedikitnya 20 nyawa. NARINDER NANU/AFP. (NARINDER NANU/AFP.)

"Ketika rakyat negara sedang bergumul dengan kekurangan oksigen, vaksin, tempat tidur rumah sakit, obat-obatan, maka akan lebih baik jika pemerintah mengerahkan semua sumber daya untuk menyelamatkan nyawa rakyat, daripada membangun rumah baru 13.000 crores," katanya.

Pembangunan kawasan kediaman PM Modi itu tetap dilanjutkan meskipun saat ini India kewalahan karena krisis Covid-19.

Modi berharap, kawasan megah di pusat Kota Delhi itu akan menjadi bukti pemerintahannya.

Baca juga: Varian Virus Corona dari India Menyebar, Malaysia Kehabisan Kamar Rumah Sakit untuk Pasien Covid-19

Baca juga: Menkes Umumkan Varian Baru Virus Corona dari India dan Afrika Selatan Telah Masuk ke Indonesia

Baca juga: Kasus Kematian Harian Covid-19 di India Pecah Rekor Lagi, Pemerintah Pusat Enggan Terapkan Lockdown

Kawasan kediaman perdana menteri India diperkirakan seluas 50 lapangan sepak bola dan mencakup gedung parlemen baru.

Di dalamnya, ada 10 gedung untuk kantor pemerintah dan ruang konferensi, 10 bangunan untuk kediaman pribadi perdana menteri, dan 29 gedung untuk wakil presiden, menurut Indian Express.

Kompleks ini juga mencakup sembilan pusat pengolahan limbah dan pemindahan serta transplantasi untuk ribuan pohon.

Awal pekan ini, Modi menganggap pembangunan situs ini sebagai proyek penting, sehingga hampir 6.000 pekerja dibiarkan melanggar aturan penguncian Covid-19.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved