Breaking News:

Virus Corona

Pengadilan India: Kematian Pasien Covid-19 Akibat Kurangnya Oksigen Tak Ada Bedanya dengan Genosida

Pengadilan India menyatakan bahwa kematian pasien Covid-19 akibat kekurangan oksigen adalah tindakan kriminal dan tak ada bedanya dengan genosida.

Penulis: Ronna Qurrata Ayun | Editor: Rohmana Kurniandari
Punit PARANJPE/AFP
Seorang petugas kesehatan yang mengenakan peralatan Pelindung Pribadi (APD) berdiri bersama pasien saat dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU), di dalam ambulans di pusat pemulihan untuk merawat pasien virus corona Covid-19, di Mumbai pada 22 April 2021. 

Sementara, dalam 24 jam terakhir India mencatat 382.315 kasus Covid-19 baru.

Tak hanya itu, jumlah kematian pasien virus corona pun kembali memecahkan rekor, yakni sebanyak 3.780 per hari Rabu (5/5/2021) pagi.

Hal ini menjadikan India sebagai negara kedua yang tercatat dalam sejarah dengan 20 juta kasus Covid-19 setelah Amerika Serikat.

World Health Organization (WHO) mengatakan, India menyumbang hampir setengah dari kasus Covid-19 dunia.

Dalam laporan epidemiologi mingguannya, WHO mengatakan bahwa India menyumbang lebih dari 90 persen kasus positif Covid-19 dan kematian pasien virus corona di wilayah Asia Tenggara.

Baca juga: Varian Virus Corona dari India Menyebar, Malaysia Kehabisan Kamar Rumah Sakit untuk Pasien Covid-19

Baca juga: Krisis Covid-19, Warga India Jual Perhiasan Istri untuk Jadikan Bajaj Miliknya Ambulans Gratis

Oleh sebab itu, sistem perawatan kesehatan India pun kini sedang goyah.

Pasalnya, banyak rumah sakit melaporkan kekurangan tempat tidur dan oksigen.

Sehingga mereka tidak mampu merawat pasien dan pasien dibiarkan mengurus dirinya sendiri.

Sejumlah rumah sakit di India kini tengah berjuang mendekati pengadilan untuk meminta bantuan.

Mengutip Reuters, pengacara Shyel Trehan mengatakan, Rumah sakit Sitaram Bhartia di Delhi kini mendekati Pengadilan Tinggi Delhi sebagai "upaya terakhir" untuk mendapatkan pertolongan.

Pasalnya, kini mereka hanya tinggal memiliki 30 menit oksigen untuk 42 pasien Covid-19.

Setelah sidang, pengacara mengatakan, tabung oksigen mulai berdatangan dan tangki datang beberapa jam kemudian.

(TribunTernate.com/Ron)

SUMBER: Independent.co.uk

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved