Hari Raya Waisak
Sejarah Singkat Perayaan Hari Raya Waisak, Peringati Tiga Peristiwa Penting dalam Agama Budha
Bagi sebagian umat Buddha, hari Waisak menjadi hari yang penting, yaitu ketika mereka menemukan makna hidup.
TRIBUNTERNATE.COM - Pada pekan terakhir Mei 2021, umat Buddha akan merayakan salah satu hari sucinya, Hari Raya Waisak, yang jatuh pada 26 Mei 2021.
Tahun ini, Hari Raya Waisak 2565 BE dirayakan di bulan Mei pada bulan purnama sidhi.
Hari Raya Waisak adalah hari suci bagi seluruh umat Buddha.
Dikutip dari bbc.co.uk, Waisak menjadi hari lahir Buddha.
Baca juga: Kasus Covid-19 Naik, Pemerintah Berlakukan PPKM Skala Mikro Mulai 1 Juni 2021 di Seluruh Indonesia
Baca juga: Buntut 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK, 24 Orang akan Dibina, 51 Lainnya akan Diberhentikan
Baca juga: Direktur Jenderal WHO: Setidaknya 115.000 Tenaga Kesehatan di Dunia Meninggal akibat Covid-19
Baca juga: 7 Fakta Perseteruan Roy Suryo vs Lucky Alamsyah: Kronologi Kecelakaan hingga Tindakan Tak Terpuji
Bagi sebagian umat Buddha, hari Waisak menjadi hari yang penting, yaitu ketika mereka menemukan makna hidup.
Hari Raya Waisak biasanya juga menjadi waktu untuk merefleksikan ajaran-ajaran Buddha.
Hari Raya Waisak dirayakan di bulan Mei pada bulan purnama sidhi.
Dikutip dari pop.grid.id, Hari Raya Waisak ini dilaksanakan untuk memperingati tiga peristiwa penting, yaitu:
- Lahirnya Pangeran Siddharta di Taman Lumbini pada tahun 623 SM.
- Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha di Buddha-Gaya (Bodh Gaya) pada usia 35 tahun pada tahun 588 SM.
- Buddha Gautama Parinibbana (wafat) di Kusinara pada usia 80 tahun pada tahun 543 SM.
Maka dari itu Hari raya Waisak disebut juga sebagai Trisuci Waisak.
Sejarah Hari Raya Waisak
Pada awalnya umat Buddha tidak percaya pada Tuhan yang menciptakan dunia dan seisinya.
Mereka percaya pada adanya ajaran seorang pria bernama Siddhartha Gautama yang juga dikenal sebagai Buddha.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/buddha-lotus.jpg)