Breaking News:

Virus Corona

Kasus Covid-19 Melonjak, Ketua Satgas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban Sebut Lockdown Perlu Diterapkan

Mengingat pandemi Covid-19 semakin parah, menurut Zubairi Djoerban, yang dibutuhkan adalah pembatasan pergerakan masyarakat.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Rohmana Kurniandari
Kompas.com/Sania Mashabi
Dokter spesialis penyakit dalam (internis) sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM. 

Zubairi menegaskan, pandemi Covid-19 akan semakin sulit dikendalikan jika kebijakan jarak sosial skala ekstrem tidak diberlakukan.

"Meski tak populer di Indonesia, namun kebijakan lockdown terbukti efektif di beberapa negara. Sebut saja di India, yang dari 400 ribu kasus per hari, turun menjadi 70 ribu. Saya rasa, pandemi akan sulit terkendali jika jarak sosial ekstrem tidak diperaktikkan." tulis Zubairi.

Baca juga: Epidemiolog: Lonjakan Covid-19 Disebabkan Gagalnya Cegah-Tangkal, Varian India dan Afrika Masuk RI

Baca juga: India Catat 4.209 Kasus Kematian Harian akibat Covid-19 di Tengah Ancaman Infeksi Jamur Hitam

Baca juga: Dua Warga Riau Meninggal setelah Divaksin Sinovac, Ketua Komda KIPI: Penyebabnya Penyakit Komorbid

Kemudian, Ketua Satgas Kewaspadaan dan Kesiagaan Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini menjelaskan, berapa lama lockdown seharusnya diterapkan.

Ia menyebut, penerapan lockdown paling cepat dua minggu.

Namun, dalam pemberlakuannya, perlu pula diperhatikan berapa penurunan tingkat positivitas atau rate positivity dalam suatu daerah.

Sebagai contoh, di Jakarta yang memiliki positivity rate sekitar 17-18 persen, maka lockdown harus diterapkan hingga angka tersebut turun menjadi 10 persen.

Jika positivity rate sudah mencapai 10 persen, maka PPKM skala mikro bisa diterapkan kembali.

"Berapa lama seharusnya lockdown diterapkan?

Paling cepat dua minggu. Tapi dilihat juga positivity rate-nya. Turun berapa banyak. Misalnya di Jakarta yang berada di angka 17-18 persen. Ya tunggu sampai 10 persen. Itu cukup. Setelah itu baru kembali lagi ke PPKM Mikro."

Dalam cuitan ketiga pada utasnya, Zubairi Djoerban juga menjelaskan mengapa lockdown perlu diberlakukan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved