Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Kasus Covid-19 Melonjak, Ketua Satgas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban Sebut Lockdown Perlu Diterapkan

Mengingat pandemi Covid-19 semakin parah, menurut Zubairi Djoerban, yang dibutuhkan adalah pembatasan pergerakan masyarakat.

Kompas.com/Sania Mashabi
Dokter spesialis penyakit dalam (internis) sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM. 

Sebagai contoh, di Jakarta yang memiliki positivity rate sekitar 17-18 persen, maka lockdown harus diterapkan hingga angka tersebut turun menjadi 10 persen.

Jika positivity rate sudah mencapai 10 persen, maka PPKM skala mikro bisa diterapkan kembali.

"Berapa lama seharusnya lockdown diterapkan?

Paling cepat dua minggu. Tapi dilihat juga positivity rate-nya. Turun berapa banyak. Misalnya di Jakarta yang berada di angka 17-18 persen. Ya tunggu sampai 10 persen. Itu cukup. Setelah itu baru kembali lagi ke PPKM Mikro."

Dalam cuitan ketiga pada utasnya, Zubairi Djoerban juga menjelaskan mengapa lockdown perlu diberlakukan.

Mengingat pandemi Covid-19 semakin parah, menurut Zubairi, yang dibutuhkan adalah pembatasan pergerakan masyarakat.

Ia juga menyebutkan kondisi rumah sakit yang penuh, lonjakan kasus, dan banyaknya tenaga kesehatan yang terinfeksi, menyebabkan kualitas layanan kesehatan menurun.

Inilah mengapa lockdown yang bisa menekan pergerakan atau mobilitas masyarakat diperlukan.

"Kenapa harus lockdown?

Karena pandemi Covid-19 sedang serius. Kita butuh banget pembatasan pergerakan masyarakat.

Saat ini kan rumah sakit penuh, kasus melonjak, beberapa tenaga kesehatan dan medis telah terinfeksi--yang bisa menyebabkan kualitas layanan menurun."

Baca juga: Menyusul Sang Anak, Hanung Bramantyo Positif Covid-19, Sarankan agar Tak Buru-buru Lakukan Tes Swab

Baca juga: Gestur Geser Minuman Sponsor Euro 2020 Jadi Sorotan, Cristiano Ronaldo dan Harry Kane Beda Kubu

Baca juga: Dihujat Netizen karena Pakaian Renang, Tamara Bleszynski: Pikiranmu Perlu Dijaga, Jangan Ngeres

Kemudian, Zubairi Djoerban juga menjelaskan apakah PPKM Mikro belum cukup.

Ia pun mempersilakan untuk melihat kondisi saat ini, yang mana pemerintah masih mengandalkan PPKM skala mikro sebagai upaya pengendalian pandemi Covid-19.

Yang artinya, PPKM Mikro masih kurang efektif, karena laju infeksi Covid-19 masih terus mengalami peningkatan.

Menyinggung kembali lockdown, Zubairi Djoerban pun menyebut lockdown akan mengesankan situasi yang benar-benar darurat.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved