Breaking News:

Virus Corona

Kasus Covid-19 Melonjak, Ketua Satgas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban Sebut Lockdown Perlu Diterapkan

Mengingat pandemi Covid-19 semakin parah, menurut Zubairi Djoerban, yang dibutuhkan adalah pembatasan pergerakan masyarakat.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Rohmana Kurniandari
Kompas.com/Sania Mashabi
Dokter spesialis penyakit dalam (internis) sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM. 

Mengingat pandemi Covid-19 semakin parah, menurut Zubairi, yang dibutuhkan adalah pembatasan pergerakan masyarakat.

Ia juga menyebutkan kondisi rumah sakit yang penuh, lonjakan kasus, dan banyaknya tenaga kesehatan yang terinfeksi, menyebabkan kualitas layanan kesehatan menurun.

Inilah mengapa lockdown yang bisa menekan pergerakan atau mobilitas masyarakat diperlukan.

"Kenapa harus lockdown?

Karena pandemi Covid-19 sedang serius. Kita butuh banget pembatasan pergerakan masyarakat.

Saat ini kan rumah sakit penuh, kasus melonjak, beberapa tenaga kesehatan dan medis telah terinfeksi--yang bisa menyebabkan kualitas layanan menurun."

Baca juga: Menyusul Sang Anak, Hanung Bramantyo Positif Covid-19, Sarankan agar Tak Buru-buru Lakukan Tes Swab

Baca juga: Gestur Geser Minuman Sponsor Euro 2020 Jadi Sorotan, Cristiano Ronaldo dan Harry Kane Beda Kubu

Baca juga: Dihujat Netizen karena Pakaian Renang, Tamara Bleszynski: Pikiranmu Perlu Dijaga, Jangan Ngeres

Kemudian, Zubairi Djoerban juga menjelaskan apakah PPKM Mikro belum cukup.

Ia pun mempersilakan untuk melihat kondisi saat ini, yang mana pemerintah masih mengandalkan PPKM skala mikro sebagai upaya pengendalian pandemi Covid-19.

Yang artinya, PPKM Mikro masih kurang efektif, karena laju infeksi Covid-19 masih terus mengalami peningkatan.

Menyinggung kembali lockdown, Zubairi Djoerban pun menyebut lockdown akan mengesankan situasi yang benar-benar darurat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved