Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Beda Cara Aparat Tertibkan Pedagang selama PPKM Darurat: Ada Terlibat Cekcok, Ada yang Beri Santunan

Aparat dianjurkan gunakan cara yang humanis & persuasif saat tertibkan masyarakat di masa PPKM Darurat, namun di lapangan ada yang bersikap arogan.

Kolase Instagram & YouTube
(Kiri) Aparat bertindak arogan saat tertibkan pedagang di Bandar Lampung (Kanan) Aparat bertindak humanis dan persuasif saat beri santunan pada pedagang dan meminta pedagangan menutup lapaknya. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diterapkan sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang nyatanya membuat masyarakat yang bergantung pada penghasilan harian kebingungan.

Pasalnya, mereka yang harus berdagang demi mendapatkan pemasukan, harus rela menutup lapaknya demi memutus penularan virus corona atau Covid-19.

Berbagai cara pun dilakukan oleh pemerintah untuk menyukseskan PPKM Darurat, termasuk dengan cara menurunkan aparat untuk menertibkan pedagang yang masih beroperasi.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menganjurkan aparat negara untuk bersikap persuasif dan humanis dalam menertibkan masyarakat di masa PPKM Darurat.

Itu artinya, aparat diwajibkan untuk bertindak berdasarkan perikemanusiaan dan membujuk serta mengedukasi masyarakat secara halus.

Namun pada kenyataannya, tindakan aparat di lapangan tak selalu sejalan dengan apa yang dianjurkan oleh pemerintah.

Ada beragam sikap aparat dalam menertibkan masyarakat, ada yang menerapkan sikap humanis dan persuasif, namun ada pula yang bertindak sebaliknya, yakni arogan.

Dirangkum TribunTernate.com dari berbagai sumber, berikut dua tindakan aparat yang bertolak belakang selama masa PPKM Darurat se-Jawa-Bali:

1. Tindakan Arogan Aparat, Adu Mulut dengan Pedangang di Bandar Lampung

Tindakan arogan aparat terjadi di Bandar Lampung, bahkan aksinya menjadi viral di media sosial.

Diketahui dari sebuah video yang viral, seorang pemilik angkringan di Bandar Lampung mengamuk dan adu mulut dengan petugas Satgas Covid-19.

Pemilik angkringan merasa penutupan paksa oleh petugas tidak memikirkan nasib pedagang kecil.

Baca juga: Keyboardis Dadali, Rixx, Meninggal Dunia Terpapar Covid-19, Sempat Kesulitan Cari Rumah Sakit

Baca juga: Sri Mulyani: PPKM Darurat akan Diperpanjang 4-6 Minggu, Dampaknya Membuat Ekonomi Melambat

Pada keterangan video berdurasi satu menit yang diunggah akun Instagram @seputar_lampung pada Minggu (11/7/2021), disebutkan bahwa video itu direkam saat penertiban jam operasional PPKM terhadap salah satu angkringan di Jalan Imam Bonjol, Sabtu (10/7/2021) malam.

Dalam video itu terlihat seorang pria yang diduga sebagai pemilik angkringan berdebat dengan petugas Satgas Covid-19 dari kepolisian terkait penutupan usahanya karena sudah melewati jam operasional.

Tensi perdebatan kemudian meninggi setelah polisi membentak pria pemilik angkringan itu. Pria yang mengenakan topi itu membalas perkataan petugas.

Viral di media sosial video seorang pemilik angkringan di Bandar Lampung mengamuk dan adu mulut dengan petugas Satgas Covid-19.
Viral di media sosial video seorang pemilik angkringan di Bandar Lampung mengamuk dan adu mulut dengan petugas Satgas Covid-19. (Tangkapan layar Instagram)
Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved