Rabu, 29 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

PM Malaysia Muhyiddin Yassin Dikabarkan Mundur Hari Ini, Siapa Calon Perdana Menteri Baru Malaysia? 

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dikabarkan akan mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (16/8/2021).

AP PHOTO/Vincent Thian via Kompas.com
Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin. 

TRIBUNTERNATE.COM - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dikabarkan akan mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (16/8/2021), portal berita MalaysiaKini melaporkan.

Kabar itu disampaikan Menteri di Departemen Menteri Malaysia bidang Penugasan Khusus Mohd Redzuan Md Yusof pada Minggu (15/8/2021).

Dikutip dari Reuters, Muhyiddin mengundurkan diri setelah kehilangan mayoritasnya karena pertikaian dalam koalisi yang berkuasa.

Pengunduran diri tersebut, jika dikonfirmasi, akan mengakhiri 17 bulan penuh gejolak masa jabatan Muhyiddin.

Selain itu, juga membawa lebih banyak ketidakpastian kepada negara yang tengah bergulat dengan lonjakan Covid-19 dan penurunan ekonomi.

Tidak segera jelas siapa yang dapat membentuk pemerintahan berikutnya karena tidak ada anggota parlemen yang memiliki mayoritas yang jelas di parlemen, atau apakah pemilihan dapat diadakan di Malaysia di tengah pandemi.

Apa yang akan terjadi selanjutnya adalah keputusan raja konstitusional, Raja Al-Sultan Abdullah.

Dikatakan Mohd Redzuan, Muhyiddin memberi tahu anggota partai tentang keputusannya untuk mengundurkan diri karena ia telah kehabisan semua pilihan untuk mempertahankan pemerintahnya.

"Besok akan ada rapat kabinet khusus. Setelah itu, dia akan menuju (istana) untuk mengajukan pengunduran dirinya," kata Mohd Redzuan.

Cengkeraman Muhyiddin pada kekuasaan telah genting sejak ia berkuasa pada Maret 2020 dengan mayoritas tipis.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin (mohd RASFAN / AFP)

Tekanan terhadapnya meningkat baru-baru ini setelah beberapa anggota parlemen dari partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), blok terbesar dalam aliansi yang berkuasa, menarik dukungan.

Muhyiddin selama berminggu-minggu menentang seruan untuk berhenti dan mengatakan dia akan membuktikan mayoritasnya di parlemen melalui mosi tidak percaya pada bulan September.

Tetapi pada hari Jumat, Muhyiddin mengakui untuk pertama kalinya dia tidak memiliki mayoritas dan melakukan upaya terakhir untuk merayu oposisi dengan menjanjikan reformasi politik dan pemilihan dengan imbalan dukungan pada mosi percaya.

Muhyiddin juga berjanji untuk mengajukan RUU amandemen konstitusi untuk membatasi posisi perdana menteri menjadi dua periode dan RUU anti-partai.

Namun, tawaran itu ditolak dengan suara bulat.

Usulan Muhyiddin telah ditolak oleh Pakatan Harapan (PH), yang mengatakan bahwa ini pada dasarnya adalah pengakuan terbuka bahwa ia telah kehilangan dukungan dari mayoritas Majelis Rendah.

Blok oposisi memintanya untuk mundur.

UMNO juga mengatakan tidak akan mempertimbangkan tawaran dari seseorang yang tidak lagi memiliki legitimasi.

UMNO menambahkan, tawaran Muhyiddin dapat dicirikan sebagai "penyuapan terbuka".

Untuk diketahui, sistem pemerintahan Malaysia adalah parlementer.

Di mana raja memiliki kekuatan konstitusional untuk menunjuk seorang perdana menteri dari antara anggota parlemen terpilih berdasarkan siapa yang menurutnya dapat memimpin mayoritas.

Adapun Raja Al-Sultan Abdullah memilih Muhyiddin sebagai perdana menteri tahun lalu setelah pengunduran diri tak terduga Mahathir Mohamad.

Siapa Calon Perdana Menteri Baru Malaysia

Pertarungan memperebutkan kursi Perdana Menteri Malaysia dimulai, setelah Muhyiddin Yassin dilaporkan akan mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (16/8/2021).

Kubu koalisi berkuasa Perikatan Nasional dan koalisi oposisi Pakatan Harapan sedang menggelar pertemuan serta lobi-lobi politik untuk menduduki kursi orang nomor satu "Negeri Jiran”.

Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) adalah yang paling diuntungkan dengan mundurnya Muhyiddin.

Secara matematis, UMNO adalah partai terbesar di koalisi Perikatan dengan 38 kursi.

Partai terbesar Malaysia itu berpeluang besar kembali ke pucuk kekuasaan yang raib dari tangan, setelah kekalahan mengejutkan di tangan Pakatan Harapan pada pemilihan umum (pemilu) Mei 2018.

UMNO sebelumnya memimpin Malaysia sejak kemerdekaan pada 1957.

Walau menjadi bagian dari koalisi Muhyiddin, hubungan UMNO dan Partai Bersatu pimpinan Muhyiddin tidak pernah mesra.

Kedua partai berporos suku Melayu ini kerap terlibat cekcok politik. Bagaikan duri dalam daging, UMNO tanpa henti merongrong 17 bulan pemerintahan Muhyiddin.

The Malaysian Insight melaporkan, Muhyiddin berencana mengajukan dua nama politisi UMNO kepada Raja Malaysia Sultan Abdullah sebagai calon penggantinya.

Wakil Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob menjadi calon terkuat untuk menjadi PM ke-9 Malaysia.

Ismail, dilaporkan oleh The Vibes, sedang intensif menggalang dukungan tertulis dari mitra koalisi di Perikatan untuk mengamankan kursi PM.

Menteri Pertahanan Malaysia ini diketahui memiliki hubungan baik dengan Muhyiddin.

Kesetiaannya diimbali dengan kursi wakil perdana menteri yang baru dipegangnya selama 39 hari sejak 7 Juli.

Nama politisi berusia 61 tahun itu selama ini dikenal sebagai wajah penanganan pandemi Covid-19. Dia rutin menyampaikan konferensi pers mengenai perkembangan wabah yang melumpuhkan Malaysia itu.

Ismail bukan tanpa pesaing. Muhyiddin juga akan memberikan nama Menteri Luar Negeri Hishammuddin Hussein.

Hishammuddin berasal dari keluarga politisi terpandang berdarah biru. Dia tidak lain tidak bukan adalah sepupu mantan Perdana Menteri Najib Razak.

Ayah dan kakeknya bukan orang sembarangan. Hussein Onn, ayahnya, adalah perdana menteri ke-4 Malaysia yang menjabat dari 1976 hingga 1981. Sementara itu kakeknya, Onn Jaafar, adalah pendiri UMNO.

Nama politisi UMNO lain yang juga digadang-gadang adalah Tengku Razaleigh Hamzah.

Deputi Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob (kiri) dan politisi veteran UMNO yang juga mantan Menteri Keuangan Tengku Razaleigh Hamzah. Ismail dan Ku Li digadang-gadang sebagai calon kuat Perdana Menteri baru Malaysia jika Muhyiddin Yassin mengundurkan diri atau kalah mosi tidak percaya
Deputi Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob (kiri) dan politisi veteran UMNO yang juga mantan Menteri Keuangan Tengku Razaleigh Hamzah. Ismail dan Ku Li digadang-gadang sebagai calon kuat Perdana Menteri baru Malaysia jika Muhyiddin Yassin mengundurkan diri atau kalah mosi tidak percaya (Free Malaysia Today)

Politisi yang kerap dipanggil Ku Li ini merupakan anggota parlemen dengan masa jabatan terpanjang dalam sejarah Malaysia yaitu 47 tahun.

Saat ini berusia 84 tahun, dia telah dipercaya memegang sejumlah posisi kementerian strategis pada periode pertama pemerintahan Mahathir Mohamad.

Dia pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan serta Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Politisi veteran ini kerap dijuluki Bapak Ekonomi Malaysia.

Statusnya yang sangat dihormati oleh kubu pemerintahan dan oposisi menjadikan dia sebagai kandidat kuat kompromi untuk memimpin Malaysia hingga pemilu digelar tahun depan.

Ku Li juga disinyalir sebagai calon favorit Sultan Abdullah dan keluarga kerajaan Malaysia lainnya.

Satu hal yang masih menjadi teka-teki adalah, apakah Bersatu bersedia memberikan dukungan kepada calon PM dari UMNO.

Hubungan kedua partai yang saat ini di titik nadir menjadi penghalang utama. Namun Ismail dilaporkan bersedia menyodorkan kursi wakil PM kepada Menteri Dalam Negeri Hamzah Zainudin yang adalah orang kepercayaan Muhyiddin.

Anwar Ibrahim mengejar mimpi

Anwar Ibrahim kembali bergerilya mengejar mimpinya menjadi penghuni Seri Perdana.

Anwar, yang telah menunggu selama 23 tahun termasuk dua kali dijegal, menjadi calon PM dari Pakatan Harapan yang berisi Partai Keadilan Rakyat (PKR), Partai Aksi Demokrat (DAP), dan Partai Amanah

Peluang Anwar sejauh ini masih terjal, karena dia tidak kunjung mendapat dukungan dari blok oposisi lain di luar 88 parlementarian Pakatan.

Walau menginginkan Muhyiddin mundur, bukan berarti 32 anggota parlemen lain otomatis mendukung Presiden PKR itu.

Sudah menjadi rahasia terbuka jika Mahathir tidak akan pernah mendukung Anwar, musuh bebuyutan politiknya, sebagai PM.

Mahathir dengan partainya, Pejuang, dan sekutu politik, partai regional Warisan dari Sabah, memegang 12 kursi yang krusial untuk ambisi PM Anwar.

Opsi lain Anwar adalah menjalin koalisi dengan UMNO dan kingmaker Gabungan Partai Sarawak (GPS).

Masalahnya, koalisi politik ini terbentur oleh penolakan UMNO dan GPS untuk bermitra dengan DAP yang identik sebagai partai Tionghoa Malaysia.

DAP juga memberi sinyal keberatan untuk membuka kerja sama politik dengan UMNO, rival politik yang kerap mereka sebut korup dan rasis.

Tanpa dukungan antara satu dari Mahathir, UMNO, dan GPS, peluang Anwar untuk menjadi Perdana Menteri hampir mustahil.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PM Malaysia Muhyiddin Yassin Dikabarkan akan Mengundurkan Diri Hari Ini, Disebut Kehabisan Pilihan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jika Muhyiddin Mundur, Siapa Calon Perdana Menteri Baru Malaysia?

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved