Sabtu, 9 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Kabur ke UEA, Bantah Telah Curi Kas Negara Rp2,4 Triliun

Uni Emirat Arab (UEA) mengonfirmasi bahwa Presiden Afghanistan Ashraf Ghani berada di negaranya.

Tayang:
WAKIL KOHSAR / AFP
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. 

TRIBUNTERNATE.COM - Aksi melarikan diri yang dilakukan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menjadi sorotan.

Saat Taliban menduduki Kabul pada Minggu (15/8/2021), Ashraf Ghani dilaporkan meninggalkan negara tersebut dan tidak diketahui kabur ke mana.

Hingga Rabu (18/8/2021), muncul sejumlah spekulasi bahwa dia telah melarikan diri ke beberapa negara, seperti Tajikistan, Uzbekistan, atau Oman.

Lalu pada Kamis (19/8/2021), Uni Emirat Arab (UEA) mengonfirmasi bahwa Ashraf Ghani berada di negaranya.

Negara tersebut menyatakan, pihaknya menerima Ghani atas dasar kemanusiaan setelah dia kabur dari Afghanistan karena Taliban merebut Kabul.

Terkait alasan Ashraf Ghani meninggalkan Kabul, ia mengaku hal itu dilakukan untuk mencegah pertumpahan darah.  

Dilansir Al Jazeera, dia juga membantah tuduhan telah membawa kabur uang senilai ratusan juta dolar dalam perjalanannya ke luar negeri. 

Baca juga: Taliban Kuasai Afghanistan, Guru Besar UI: Indonesia Jangan Buru-buru Beri Pengakuan

Baca juga: Sosok Petinggi Taliban Ghani Baradar yang Disebut-sebut Jadi Calon Kuat Presiden Afghanistan

Terjadi Pertumpahan Darah

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani.
Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani. (Twitter @ARG_AFG)

Sebelumnya, Presiden Ghani mendapat kritik keras dari berbagai pihak setelah dikabarkan kabur dari negara, di saat Taliban masuk Kabul pada Minggu (15/8/2021).

"Jika saya tetap tinggal, saya akan menyaksikan pertumpahan darah di Kabul," kata Ghani, melalui video yang disiarkan di Facebook pada Rabu (18/8/2021).

Ghani akhirnya muncul ke publik setelah dikonfirmasi berada di UEA.

Presiden mengaku dia pergi atas saran dari pejabat pemerintah.

"Kabul tidak boleh diubah menjadi Yaman atau Suriah lain karena perebutan kekuasaan, jadi saya terpaksa pergi," kata Ghani.

Keberadaan Presiden Afghanistan ini tidak diketahui hingga Rabu (18/8/2021).

Sebelumnya beredar spekulasi bahwa dia menuju Tajikistan, Uzbekistan, atau Oman.

Pada Rabu, Uni Emirat Arab mengonfirmasi bahwa pemerintah negara Teluk menjamu Ghani dan keluarganya atas dasar kemanusiaan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved