Breaking News:

Peneliti Afrika Selatan Temukan Varian Virus Corona Baru yang Mengkhawatirkan disebut C12

Para peneliti Afrika Selatan mengatakan mereka mengidentifikasi varian virus corona baru yang memiliki jumlah mutasi yang mengkhawatirkan.

Freepik
Ilustrasi virus corona - Para peneliti Afrika Selatan mengatakan mereka mengidentifikasi varian virus corona baru yang memiliki jumlah mutasi yang mengkhawatirkan. 

TRIBUNTERNATE.COM - Para peneliti Afrika Selatan mengatakan mereka mengidentifikasi varian virus corona baru yang memiliki jumlah mutasi yang mengkhawatirkan.

Para peneliti Afrika Selatan tersebut mengatakan, varian yang disebut C12 itu pertama kali diidentifikasi pada Mei di provinsi Mpumalanga dan Gauteng Afrika Selatan, tempat di mana Johannesburg dan ibu kota Pretoria berada.

Sejak saat itu, varian ini telah ditemukan di tujuh negara lain di Afrika, Oseania, Asia dan Eropa.

Mutasi pada virus tersebut terkait dengan peningkatan penularan dan peningkatan kemampuan virus untuk menghindari antibodi yang telah terbentuk dalam tubuh manusia.

"Penting untuk menyoroti garis keturunan ini mengingat konstelasi mutasinya yang memprihatinkan," kata para peneliti seperti dikutip dari The Strait Times.

Mutasi virus telah mendorong gelombang virus corona berturut-turut.

Saat ini varian delta meningkatkan tingkat infeksi di seluruh dunia.

Baca juga: Penelitian di Singapura: RNA Virus Corona Dapat Berubah Bentuk Demi Bertahan Hidup di Sel Manusia

Baca juga: Peneliti MIT: Sekolah Butuh Lebih dari Udara Terbuka untuk Cegah Penularan Covid-19

Baca juga: Peneliti Singapura Kembangkan Vaksin Covid-19 Booster, Berpotensi Lawan Semua Varian Virus Corona

Mutasi pertama kali diklasifikasikan sebagai variant of interest oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Begitu mereka diidentifikasi sebagai lebih parah atau menular, mereka disebut sebagai variant of concern.

C12 berevolusi dari C1, yang merupakan garis keturunan virus yang mendominasi infeksi pada gelombang pertama virus di Afrika Selatan pada pertengahan 2020.

Penelitian ini diterbitkan oleh kelompok peneliti di Afrika Selatan termasuk KwaZulu-Natal Research Innovation and Sequencing Platform, yang dikenal sebagai Krisp, dan Institut Nasional untuk Penyakit Menular.

Peneliti Afrika Selatan juga menemukan varian Beta pada tahun 2020.

Meskipun para peneliti Afrika Selatan menemukan varian tersebut di negaranya, tetapi para peneliti itu menekankan bahwa varian-varian baru itu bisa saja berasal dari tempat lain.

(TribunTernate.com/Qonitah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved