BioFarma Produksi Alat Tes PCR Covid-19 Metode Kumur, Lebih Nyaman Ketimbang Tes Swab RT PCR
Alat tes RT PCR tersebut bernama BioSaliva, alat diagnosis Covid-19 metode kumur yang diproduksi oleh PT Biofarma.
Proses pengambilan sampel PCR kumur dengan BioSaliva sendiri cukup mudah dan praktis, tidak perlu melibatkan banyak tenaga medis.
Berikut cara pengambilan sampel PCR kumur dengan BioSaliva:
1. Sebelum berkumur, pasien dianjurkan menarik nafas secara kuat, lalu batuk sedikit untuk mengeluarkan dahak tanpa dibuang.
2. Masukan cairan kumur yang tersedia dalam kemasan BioSaliva ke dalam mulut dan mulailah berkumur di bagian dalam tenggorokkan.
3. Keluarkan cairan kumur dari dalam mulut ke dalam wadah dan campurkan dengan larutan pencampur yang juga tersedia dalam kemasan.
4. Kocok campuran tersebut dan sampel pun siap dites di laboratorium.
Jika sudah, sampel PCR kumur tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk diuji menggunakan teknik PCR.
Dalam satu kemasan BioSaliva terdapat petunjuk penggunaan, satu wadah cairan kumur, satu wadah larutan pencampur, dan satu corong.
Baca juga: Tak Perlu Tes PCR, Naik Pesawat di Jawa-Bali Cukup Rapid Test Antigen Jika Sudah Vaksin 2 Kali
Baca juga: Harga Rapid Test Antigen Turun, Tarif Tertinggi di Jawa-Bali Jadi Rp99 Ribu
BioSaliva Diharap Mampu Meningkatkan Kapasitas Tracing Nasional
Produk ini menjawab tantangan laboratorium klinis akan kebutuhan testing dengan kondisi lapangan di Indonesia, yang umumnya jauh dari fasilitas kesehatan.
Diharapkan pula, tes PCR dengan metode kumur ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas tracing nasional.
Utamanya, untuk kalangan anak-anak dan orang-orang lanjut usia yang membutuhkan kenyamanan lebih dalam pengambilan sampel.
Ke depannya proses pengambilan sampel dapat dilakukan di area non-medis dengan pengawasan tenaga kesehatan, sehingga bisa mengurangi kerumunan dan menghindari kontak.
Proses pengambilan sampel yang praktis juga memungkinkan pengambilan sampel dalam jumlah yang sangat besar, tanpa perlu menambah tenaga medis.
Direktur pemasaran Bio Farma, Sri Harsi Teteki mengatakan, Biofarma terus berkontribusi dalam melakukan proses kemandirian dalam hal diagnosis Covid-19.
“Seperti kita ketahui, banyak sekali produk yang masih impor, sehingga atas riset yang kita lakukan (melalui BioSaliva) mudah-mudahan bisa menjadi pilihan dari Kementerian Kesehatan untuk regulasi ke depannya produk dalam negeri ini bisa diutamakan,” kata Sri Harsi, Kamis (2/9/2021).
(TribunTernate.com)