Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Terkini Internasional

AS Perkirakan Perang Saudara akan Terjadi di Taliban dan Bisa Menjadi Awal Mula Kelompok Teroris

Jenderal senior AS, Mark Milley mengatakan perang saudara kemungkinan akan terjadi di Afghanistan setelah pasukan AS ditarik dari negara itu.

AFP/AAMIR QURESHI
Potret unit pasukan khusus pejuang Taliban - Seorang jenderal senior Amerika Serikat (AS), Mark Milley mengatakan perang saudara kemungkinan akan terjadi di Afghanistan setelah pasukan AS ditarik dari negara tersebut. 

TRIBUNTERNATE.COM - Seorang jenderal senior Amerika Serikat (AS), Mark Milley mengatakan perang saudara kemungkinan akan terjadi di Afghanistan setelah pasukan AS ditarik dari negara tersebut.

Hal itu disampaikan Milley, yang menjabat sebagai Ketua Kepala Staf Gabungan pasukan militer AS, dalam sebuah wawacara di Ramstein Jerman.

"Perkiraan militer saya adalah bahwa kondisi kemungkinan akan berkembang menjadi perang saudara," kata Milley pada Minggu (5/9/20210) seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Selain itu, dirinya juga mengungkapkan keraguannya terhadap pemerintahan Taliban di masa depan.

"Saya tidak tahu apakah Taliban akan mampu mengkonsolidasikan kekuasaan dan membangun pemerintahan," katanya

"Saya pikir setidaknya akan ada kemungkinan besar perang saudara yang lebih luas dan kemudian akan dapat mengarah pada kondisi pembentukan kembali al-Qaeda atau pertumbuhan ISIS atau segudang kelompok teroris lainnya,” tambahnya.

Dia mengatakan kebangkitan terorisme mungkin keluar dari wilayah itu dalam 12, 24, atau 36 bulan.

Pada 31 Agustus 2021 lalu, AS mengumumkan penyelesaian upayanya untuk menarik semua pasukannya dari Afghanistan, sekaligus mengakhiri perang terpanjang dalam sejarah Amerika.

Dua minggu sebelum penarikan, Taliban mengambil alih ibu kota Kabul yang menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat dan mengakibatkan ribuan orang berbondong-bondong ke bandara untuk melarikan diri dari negara itu.

Sekitar 130.000 orang, termasuk warga Amerika Serikat dan Afghanistan, telah diterbangkan ke luar negeri untuk mengungsi.

Baca juga: Berhasil Ambil Alih Lembah Panjshir, Taliban Klaim Telah Miliki Kendali Penuh atas Afghanistan

Baca juga: PBB Sebut Taliban Berjanji untuk Menjamin Keselamatan Pekerja Kemanusiaan di Afghanistan

Taliban Rayakan Penarikan Pasukan AS dengan Suara Tembakan

Milisi Taliban.
Milisi Taliban. (AFP via The Sun)

Taliban, pada Selasa pagi (31/8/2021), merayakan selesainya penarikan pasukan AS dari Afghanistan dengan suara tembakan.

Bunyi senjata api yang ditembakkan terdengar di seluruh Kabul, setelah Taliban secara terpisah mengonfirmasi penarikan pasukan AS di Afghanistan telah selesai.

Selesainya AS tarik pasukan dari Afghanistan ini juga menandai berakhirnya perang selama 20 tahun di sana.

"Malam ini pukul 12:00 (dini hari) waktu Afghanistan, pasukan Amerika yang tersisa meninggalkan bandara Kabul dan negara kami memperoleh kemerdekaan penuh," kata Zabihullah Mujahid, kepala juru bicara Taliban, melalui sebuah cuitan di twitter seperti dikutip dari Kompas.com.

Koresponden AFP di Kabul mendengar tembakan perayaan dari beberapa pos pemeriksaan Taliban, serta sorak-sorai mereka yang berjaga di pos keamanan di zona hijau.

(TribunTernate.com/Qonitah)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved