Breaking News:

Terkini Internasional

PBB Sebut Taliban Berjanji untuk Menjamin Keselamatan Pekerja Kemanusiaan di Afghanistan

Setelah duduk di kursi kekuasaan, Taliban mengumbar janji. Salah satunya, menjamin keselamatan pekerja kemanusiaan dan akses bantuan di Afghanistan.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Ronna Qurrata Ayun
AFP/AAMIR QURESHI
Potret unit pasukan khusus pejuang Taliban Fateh (kiri), berjaga bersama pejuang lainnya di sebuah jalan di Kabul pada 29 Agustus 2021. Setelah duduk di kursi kekuasaan, Taliban mengumbar janji. Salah satunya, menjamin keselamatan pekerja kemanusiaan dan akses bantuan di Afghanistan. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kelompok Taliban telah berhasil menguasai Afghanistan pada pertengahan Agustus 2021 lalu.

Ini menjadi kembalinya Taliban di tampuk kekuasaan Afghanistan, 20 tahun setelah dilengserkan berkat invasi militer yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

Setelah duduk di kursi kekuasaan Afghanistan, Taliban mengumbar sejumlah janji.

Salah satunya yang terbaru, Taliban berjanji untuk menjamin keselamatan pekerja kemanusiaan dan akses bantuan di Afghanistan.

Menurut juru bicara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), hal ini disampaikan Taliban dalam pertemuan dengan kepala kemanusiaan PBB di Kabul, Minggu (5/9/2021), dikutip dari Channel News Asia.

Potret unit pasukan khusus pejuang Taliban Fateh (kiri), berjaga bersama pejuang lainnya di sebuah jalan di Kabul pada 29 Agustus 2021.
Potret unit pasukan khusus pejuang Taliban Fateh (kiri), berjaga bersama pejuang lainnya di sebuah jalan di Kabul pada 29 Agustus 2021. (AFP/AAMIR QURESHI)

Baca juga: Di Bawah Pemerintahan Taliban, Tak Ada lagi yang Pakai Jeans dan Menyetel Musik di Afghanistan

Baca juga: Kuasai Afghanistan, Taliban Masih Harus Hadapi 6 Tantangan Ini: Penerimaan Masyarakat hingga Ekonomi

Baca juga: Juru Bicara Taliban Berharap Hengkangnya Amerika Serikat akan Hentikan Serangan IS di Afghanistan

Diketahui, Kepala Bidang Kemanusiaan PBB Martin Griffiths berada di ibu kota Afghanistan pada Minggu untuk menghadiri pertemuan dengan para pemimpin Taliban yang rencananya akan berlangsung selama beberapa hari.

Pertemuan itu digelar di tengah meningkatnya bencana kemanusiaan di Afghanistan, negara yang baru saja di bawah kendali gerilyawan garis keras.

"Pihak berwenang berjanji bahwa keselamatan dan keamanan staf kemanusiaan, dan akses kemanusiaan kepada orang-orang yang membutuhkan akan dijamin dan pekerja kemanusiaan - baik pria maupun wanita - akan dijamin kebebasan bergeraknya," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.

Sementara itu, Griffiths menegaskan kembali dalam pertemuan tersebut bahwa komunitas kemanusiaan berkomitmen untuk memberikan "bantuan kemanusiaan yang tidak memihak dan independen", tambah pernyataan juru bicara PBB.

Dia juga meminta semua pihak untuk memastikan hak dan keselamatan perempuan, baik yang berkontribusi dalam pemberian bantuan maupun warga sipil.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved