Breaking News:

Polemik TWK KPK

Novel Baswedan: Pimpinan KPK Barangkali Merasa di Atas Pemerintah

Polemik 56 pegawai KPK yang dipecat melalui asesmen TWK, Novel Baswedan menilai pimpinan KPK seolah ingin memberitahukan bahwa hukum tidak berwibawa.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Ronna Qurrata Ayun
Tribunnews.com/Gita Irawan
Penyidik Senior KPK Novel Baswedan usai menyerahkan laporan terkait dugaan pelanggaran HAM dalam TWK dan alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada Komisioner Komnas HAM di kantor Komnas HAM RI Jakarta pada Senin (24/5/2021). 

TRIBUNTERNATE.COM - Penyidik senior non-aktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan tanggapan mengenai sengkarut yang terjadi di tubuh lembaga antirasuah itu.

Melalui utas pendek di akun Twitternya @nazaqistsha yang diunggah pada Kamis (23/9/2021), Novel Baswedan mengungkapkan komentarnya mengenai sikap para pimpinan KPK dalam polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) yang berbuntut pada pemecatan 56 pegawai KPK.

Dalam utas tersebut, ia menilai pimpinan KPK seolah ingin memberitahukan bahwa hukum di Indonesia tidak berwibawa.

Sikap pimpinan KPK menunjukkan bahwa mereka berani melakukan tindakan melawan hukum.

Mereka juga dinilai Novel Baswedan telah bertindak ilegal dan manipulatif untuk menyingkirkan sejumlah pegawai KPK.

Novel Baswedan menyebut bahwa sikap lembaga lain yang berwenang dan bisa bertindak malah tetap diam saja, sudah cukup menjadi bukti bahwa para pimpinan KPK telah bertindak manipulatif.

"Bisa jadi yg dilakukan Pimp KPK adl ingin beritahu kita bahwa hukum tdk ada wibawa. Mrk tunjukkan berani melawan hukum, bertindak ilegal & manipulatif utk singkirkan peg KPK tertentu. ketahuan dgn fakta & bukti yg jelas dari lembaga lain bisa tetap bergeming." tulis Novel Baswedan dalam bagian awal utas cuitannya, sebagaimana dikutip TribunTernate.com pada Kamis siang, pukul 12.12 WIB.

Baca juga: 56 Pegawai KPK yang Dipecat Tak Dapat Pesangon, Novel Baswedan Dkk Hanya Terima Tunjangan Hari Tua

Baca juga: 57 Pegawai KPK akan Dipecat, Novel Baswedan: Apa Iya Pimpinan KPK akan Melawan Perintah Presiden?

Kemudian, Novel Baswedan melanjutkan bahwa pimpinan KPK kini kemungkinan sudah merasa di atas pemerintah.

Sebab, pimpinan KPK nekat membuat surat keputusan (SK) pemberhentian terhadap 56 pegawai KPK, meskipun putusan Mahkamah Agung (MA) menyebut bahwa tindak lanjut polemik TWK KPK merupakan wewenang pemerintah.

Ia pun menyentil kelakar yang sempat dilontarkan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron terkait kebalnya lembaga antirasuah tersebut dari intervensi lembaga mana pun, termasuk Ombudsman RI.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved