Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Muncul Klaster Covid-19 di Sekolah yang Gelar PTM, Seberapa Besar Risiko Anak yang Terkena Covid-19?

Sejumlah sekolah di Tanah Air jadi klaster penularan Covid-19 setelah PTM kembali digelar, lantas apa yang akan dihadapi anak yang positif Covid-19?

TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Seorang guru mengecek suhu tubuh siswa yang akan mengikuti Pengajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama di SDN 232, Palembang, Senin (6/9/2021). 

TRIBUNTERNATE.COM - Dalam beberapa minggu terakhir, kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia telah mengalami perbaikan.

Kondisi pandemi yang membaik ini lantas membuat pemerintah berangsur-angsur kembali membuka sekolah untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Namun demikian, sejumlah sekolah di Tanah Air justru menjadi klaster penularan Covid-19 setelah PTM kembali digelar.

Mengutip Kompas.com, berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) per 23 September 2021, sekitar 2,77 persen dari total sekolah yang melaksanakan PTM menjadi klaster penularan Covid-19.

Meskipun dari segi persentase jumlah ini terbilang kecil, namun hal tersebut tetap perlu diwaspadai karena berpotensi memperluas penularan.

Terlebih, sekolah dasar dan menengah didominasi oleh anak-anak yang sebagian besar belum bisa mandapatkan vaksinasi Covid-19.

Hal ini kemungkinan bisa menimbulkan infeksi Covid-19 yang lebih serius, karena anak-anak belum terlindungi oleh vaksin.

Ilustrasi sekolah tatap muka pada masa pandemi Covid-19.
Ilustrasi sekolah tatap muka pada masa pandemi Covid-19. (Freepik)

Baca juga: Negara Berkembang Memohon pada Negara Maju untuk Tidak Menimbun Vaksin Covid-19

Baca juga: Pfizer Klaim Vaksin Covid-19 Buatannya Aman dan Efektif untuk Anak Usia 5-11 Tahun

Baca juga: WHO: Kekurangan Vaksin Covid-19 di Afrika akan Membawa Seluruh Dunia ke Titik Awal Virus Corona

Lantas, seberapa besar kemungkinan seorang anak terkena virus corona atau Covid-19?

Menurut American Academy of Pediatrics and the Children's Hospital Association, dari semua kasus Covid-19 yang ada di Amerika Serikat, 15 persen di antaranya adalah anak-anak.

Baru-baru ini, Covid-19 pada anak juga meningkat di AS sebanyak 10 persen dari jumlah total kasus yang dilaporkan.

Meskipun semua anak bisa terinfeksi Covid-19, mereka tidak akan mengalami sakit seperti yang dialami orang dewasa.

Sebagian besar anak-anak memiliki gejala yang ringan atau bahkan tanpa gejala.

Namun demikian, ada pula beberapa anak yang mengalami sakit parah akibat Covid-19.

Mengutip Mayo Clinic, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, anak-anak yang terinfeksi Covid-19 mungkin perlu dirawat di rumah sakit,

Lebih jauh, anak-anak yang terinfeksi Covid-19 ini mungkin akan dirawat di ICU atau bahkan menggunakan ventilator untuk membantu mereka bernapas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved