Kamis, 30 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Muncul Klaster Covid-19 di Sekolah yang Gelar PTM, Seberapa Besar Risiko Anak yang Terkena Covid-19?

Sejumlah sekolah di Tanah Air jadi klaster penularan Covid-19 setelah PTM kembali digelar, lantas apa yang akan dihadapi anak yang positif Covid-19?

Tayang:
TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Seorang guru mengecek suhu tubuh siswa yang akan mengikuti Pengajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama di SDN 232, Palembang, Senin (6/9/2021). 

Selain itu, anak-anak yang memiliki penyakit lain seperti obesitas, diabetes, dan asma mungkin berisiko lebih tinggi terkena gejala serius akibat Covid-19.

Anak-anak yang memiliki penyakit jantung bawaan, kondisi genetik, atau kondisi yang memengaruhi sistem saraf atau metabolisme juga mungkin berisiko lebih tinggi terkena gejala serius karena Covid-19.

Baca juga: Klaim Kasus Covid-19 Menurun, Indonesia Berusaha Bujuk Arab Saudi Buka Pintu Umrah

Baca juga: ICW Desak Jokowi untuk Ambil Sikap dalam Polemik TWK KPK, Ini 10 Alasannya

Baca juga: Novel Baswedan: Pimpinan KPK Barangkali Merasa di Atas Pemerintah

Siswa mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka di SDN Kenari 08 Pagi, Jakarta, Rabu (7/4/2021).
Siswa mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka di SDN Kenari 08 Pagi, Jakarta, Rabu (7/4/2021). (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Penelitian juga menunjukkan tingkat keparahan Covid-19 yang lebih tinggi pada anak-anak kulit hitam Hispanik dan non-Hispanik daripada pada anak-anak kulit putih non-Hispanik.

Beberapa anak juga terus mengalami gejala Covid-19 meskipun telah ada di fase pemulihan.

Sementara itu, lebih jarang beberapa anak mungkin juga mengalami kondisi serius di fase pemulihan yang masih terkait dengan Covid-19.

Mengapa anak-anak bereaksi berbeda terhadap Covid-19 dibandingkan orang dewasa?

Jawabannya masih belum jelas, tetapi beberapa ahli mengatakan bahwa anak-anak mungkin tidak terlalu terpengaruh oleh Covid-19.

Sebab, masih ada virus corona lain yang menyebar di masyarakat dan dapat menyebabkan penyakit seperti flu biasa.

Karena anak-anak sering terkena pilek, sistem kekebalan mereka mungkin lebih prima untuk memberi mereka perlindungan terhadap Covid-19.

Mungkin juga, sistem kekebalan anak-anak berinteraksi dengan virus secara berbeda dari sistem kekebalan orang dewasa.

Beberapa orang dewasa jatuh sakit karena sistem kekebalan mereka tampaknya berinteraksi berlebihan terhadap virus, sehingga menyebabkan lebih banyak kerusakan pada tubuh mereka.

Hal tersebut mungkin lebih kecil kemungkinannya untuk bisa terjadi pada anak-anak.

(TribunTernate.com/Ron)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved