Breaking News:

Karena Pandemi dan Senjata Pistol Mudah Dimiliki, Kejahatan AS Meningkat Hampir 30 Persen

Pembunuhan di Amerika Serikat (AS) meningkat pada tahun 2020 sebesar 29,4% dibandingkan 2019, menurut data baru yang dirilis oleh FBI.

DW.com
Ilustrasi penembakan - Pembunuhan di Amerika Serikat (AS) meningkat pada tahun 2020 sebesar 29,4% dibandingkan 2019, menurut data baru yang dirilis oleh FBI. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pembunuhan di Amerika Serikat (AS) meningkat pada tahun 2020 sebesar 29,4% dibandingkan 2019, menurut data baru yang dirilis oleh FBI.

Peningkatan tersebut merupakan yang tertinggi sejak FBI mulai menyusun data sejak tahun 1960-an.

Meskipun kenaikan angka kejahatan kekerasan sudah diketahui, data FBI yang dikumpulkan dari lembaga penegak hukum di seluruh negeri mengkonfirmasi aspek yang lebih rinci dari kejahatan AS.

Data menunjukkan bahwa perbandingan pembunuhan dengan senjata merupakan dari 2 dari 3 pembunuhan.

Melansir Anadolu Agency, data juga menunjukkan bahwa kejahatan kekerasan meningkat sebesar 5,6% dari 2019 hingga 2020, dan penyerangan meningkat sebesar 12%.

Sementara itu, kejahatan properti menurun 7,8%.

Para pejabat mengatakan mereka melihat kasus pembunuhan akan meningkat lagi pada tahun 2021, namun tidak secepat tahun 2020.

Baca juga: Biden akan Gratiskan Suntikan Booster Vaksin Covid-19 untuk Masyarakat AS

Baca juga: Penelitian: Vaksin Covid-19 Sinovac Sangat Efektif Lawan Penyakit Serius Akibat Virus Corona

Ilustrasi penembakan.
Ilustrasi penembakan. (Kompas.com)

Di Chicago, salah satu wilayah titik panas AS itu untuk kekerasan senjata, jumlah penembakan terus mencapai dua digit pada akhir pekan biasa.

Awal bulan ini, antara Kamis malam, 16 September dan Jumat pagi, kota itu mencatat 23 orang tertembak dan 4 tewas dalam kekerasan senjata.

Alasan peningkatan angka pembunuhan ini pun bervariasi.

Para kriminolog menyebutkan kesulitan ekonomi karena pandemi Covid-19 sebagai penyebabnya.

Sementara itu, kelompok konservatif menilai kota-kota besar liberal karena membatasi petugas polisi setelah pembunuhan George Floyd pada tahun 2020.

Kaum liberal telah lama menyalahkan kepemilikan senjata mudah diberikan dan Departemen Kehakiman AS telah mengambil sikap yang lebih agresif terhadap perdagangan senjata ilegal, seperti kota Chicago dan negara bagian New York.

(TribunTernate.com/Qonitah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved