Biden akan Gratiskan Suntikan Booster Vaksin Covid-19 untuk Masyarakat AS
Amerika Serikat (AS) akan menggratiskan suntikan booster vaksin Covid-19 Pfizer BioNTech.
TRIBUNTERNATE.COM - Amerika Serikat (AS) akan menggratiskan suntikan booster vaksin Covid-19 Pfizer BioNTech.
Presiden AS Joe Biden mengatakan, suntikan booster untuk meningkatkan kekebalan terhadap virus corona akan gratis dan dapat diakses.
Biden menyatakan hal ini sehari setelah badan kesehatan federal mendukung peluncuran suntikan booster vaksin Covid-19.
Selain itu, Biden juga mengatakan akan mendapatkan dosis vaksin boosternya sendiri sesegera mungkin.
"Seperti dosis pertama dan kedua, suntikan booster akan gratis dan mudah diakses," kata Biden di Gedung Putih seperti dikutip dari The Strait Times.
Suntikan booster akan tersedia untuk orang yang berusia 65 tahun ke atas, orang yang berisiko tinggi terkena penyakit parah (kelompok rentan) atau mereka yang berisiko tinggi tertular Covid-19 melalui pekerjaan mereka, serta mereka yang divaksinasi enam bulan lalu dengan vaksin Pfizer BioNTech.
Baca juga: Ibu Hamil yang Disuntik dengan Vaksin yang Gunakan Metode mRNA Bisa Salurkan Antibodi ke Bayinya
Baca juga: Direktur RS PON Sebut Tak Ada Hubungan antara Pendarahan Otak Tukul Arwana dengan Vaksin Covid-19
Biden mengatakan, hingga kini 60 juta orang memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan dosis ketiga.
Selain itu, Bden juga mengajak lebih dari 70 juta orang Amerika yang belum mendapatkan satu suntikan pun, untuk segera vaksin.
"Dengarkan suara orang Amerika yang tidak divaksinasi yang berbaring di ranjang rumah sakit, mengambil napas terakhir mereka, mengatakan ... 'Kalau saja saya divaksinasi' orang-orang yang kritis dan akan meninggal dunia yang seharusnya tidak meninggal," kata Biden menyemangati masyarakatnya yang belum vaksin.
Biden telah menyerukan suntikan booster untuk dimulai minggu ini untuk semua orang.
Tetapi Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) AS dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS baru minggu ini membuka jalan untuk vaksin booster sebagian, meskipun mereka memperluas kerangka waktu untuk kelayakan hingga dua bulan.
Baca juga: Pfizer Klaim Vaksin Covid-19 Buatannya Aman dan Efektif untuk Anak Usia 5-11 Tahun
Baca juga: Bersiap Transisi ke Endemi, Malaysia Nyatakan Telah Vaksinasi 80 Persen Masyarakat Usia Dewasa
Pejabat administrasi Biden mengatakan mereka akan mengikuti saran peneliti tentang vaksin booster dan telah menetapkan tanggal 20 September sebagai tujuan untuk mempersiapkan lebih banyak dosis vaksin.
Keputusan ini hanya berlaku untuk vaksin Pfizer dan mereka yang menerima suntikan setidaknya enam bulan sebelumnya.
FDA belum mempertimbangkan keputusan untuk booster Moderna.
Sedangkan Johnson & Johnson belum mengajukan izin untuk vaksin booster.
“Kami juga mencari waktu di mana kami akan dapat memperluas suntikan booster,” kata Biden.
Sementara itu, pakar kesehatan telah memperingatkan orang agar tidak mencampur berbagai merek vaksin, dengan alasan kurangnya data tentang keamanan dan efek samping.
(TribunTernate.com/Qonitah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/joe-biden-pidato-perdana.jpg)