Breaking News:

Pilu Bocah SD di Bali Meninggal Dianiaya Ayah karena Main Layangan, Korban Dipukul lalu Dibekap

Hasil autopsi Tim Forensik RSUP Sanglah menyatakan Sepi meninggal dianiaya oleh ayahnya, I Nengah Kicen (32). 

Istimewa
Ilustrasi penganiayaan anak 

Pertama Kicen memukul kepala Kadek Sepi dengan tangan.

Setelah itu memukul dengan pedang-pedangan terbuat dari kayu.

"Kicen mengambil pedang-pedangan di lantai. Lalu memukul kepala dan lehernya. Pedang - pedangan ini terbuat dari kayu. Panjangnya sekitar 56 sentimeter berwarna cokelat muda," ungkap Ricko.

Mengerang Kesakitan

Kadek Sepi sudah mengerang kesakitan dan menangis terisak.

Kicen belum puas. Ia mengambil bambu dan memukul anaknya di bagian kepala dan leher hingga terjatuh ke lantai dengan kondisi kejang-kejang.

Setelah itu, Kicen mengangkat anaknya dan dibawa ke kamar.

Kicen mengambil baju untuk membekap mulut dan hidung anaknya.

"Karena menangis keras akibat kesakitan, tersangka membekap mulut dan hidung korban dengan kain beberapa menit. Setelah itu bekapannya dibuka, dan suara mengecil seperti bengek," kata Ricko.

Baca juga: 6 Oknum TNI AL Aniaya Warga hingga Tewas, Pelaku Terancam Dipecat, Ini Kronologi & Duduk Perkaranya

Baca juga: Kasus Pernikahan Dini Siswi SMP dengan Tokoh Agama di Maluku, KPAI Sebut telah Langgar Hak Anak

Kicen kemudian meninggalkan anaknya di kamar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved