Senin, 13 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kata Novel Baswedan soal Bendera Mirip HTI di Meja Pegawai KPK dan Narasi Bohong Oknum Satpam KPK

Novel Baswedan menjawab tudingan soal beredarnya foto bendera mirip lambang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di markas korps antirasuah.

Tribunnews.com/Gita Irawan
Mantan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan 

TRIBUNTERNATE.COM – Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjawab tudingan soal beredarnya foto bendera mirip lambang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di markas korps antirasuah.

Secara gamblang Novel bercerita lewat Youtube Channel miliknya yang diunggah pada Jumat (15/10/2021), dan mengatakan tudingan itu tidak benar.

Mulanya istri Novel, Rina Emilda menanyakan foto bendera tauhid yang konon ada di meja kerja Novel.

Rina memanggil Novel dengan sebutan ‘Abi’.

“Itu awalnya tidak tau bagaimana. Namun ada orang-orang yang di framing, seolah-olah ada di mejanya Abi dan teman-teman yang 57 (lainnya). Padahal mah nggak,” ujar Novel membuka percakapan dengan istrinya.

Novel menceritakan, bendera tersebut ditemukan di lantai 10, di meja kerja seorang jaksa yang bekerja di KPK, dan bukan seorang muslim.

Novel Baswedan
Novel Baswedan (Ist)

“Nggak ngerti juga kenapa (bendera itu) ada dimejanya (jaksa itu). Masalahnya ketika framing itu dibuat, dikait-kaitkan dengan pegawai KPK yang bekerja dengan baik, ini kan menjadi masalah,” kata Novel melanjutkan.

Saat munculnya isu itu pertama kali, baik Novel dan 57 rekannya yang lain, bahkan tidak tau.

Namun belakangan setelah ramai, mereka mulai menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi.

“Katanya ada security yang kemudian naik ke lantai 10 karena habis olahraga, terus dia liat benda, kalau katanya sih bendera HTI, tapi apakah itu bendera HTI atau bendera tauhid aku juga belum pernah liat sebenarnya,” ungkap Novel.

Ternyata ini menjadi permasalahan, karena seorang satpam yang belakangan diketahui bernama Iwan Ismail telah  memfoto bendera tersebut tanpa izin dan menyebarkan foto dengan narasi yang bohong.

“Dia juga bukan tugasnya di daerah situ (lantai 10), itu bukan area pengawasan dia. Dia tidak tau apa yang terjadi disitu,” kata Novel.

“Ia bilang seolah-olah ‘(Novel/kawan-kawan) Taliban nih, bener nih’. Apakah dia bercanda atau apapun, faktanya narasi bohong itu disebar luaskan. Jadi wajar untuk hal itu di KPK jadi masalah serius. Di KPK kan tidak boleh bohong. Kejujuran menjadi hal penting. Ketika menyampaikan hal itu (jadi) masalah,” ungkapnya.

Baca juga: Kata Novel Baswedan soal Orang Dalam Azis Syamsuddin di KPK: Saya Tahu Betul Ada yang Ditutupi

Baca juga: Resmi Hengkang dari KPK sebagai Penyidik Senior, Novel Baswedan: Ini Belum Berakhir

Selain itu, Novel juga menegaskan jika dirinya tidak memecat Iwan Ismail, mantan satpam di KPK yang menyebarkan foto bendera mirip HTI di meja pegawai KPK

Saat itu, Iwan Ismail mengaku melihat bendera putih dengan tulisan hitam yang disebutnya sebagai bendera HTI di meja kerja pegawai KPK di lantai 10 Gedung Merah Putih.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved