Fadjroel Rachman Jadi Dubes RI, Pengamat: Ada Kecenderungan Kursi Jubir Presiden Dikosongkan
Juru Bicara (jubir) Presiden, Fadjroel Rachman, resmi diangkat menjadi Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Senin (25/10/2021).
TRIBUNTERNATE.COM - Juru Bicara (jubir) Presiden, Fadjroel Rachman, telah resmi diangkat menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Senin (25/10/2021).
Fadjroel Rachman sendiri merupakan satu di antara 17 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (dubes LBBP) yang dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta.
Dengan dilantiknya Fadjroel Rachman, maka saat ini kursi Juru Bicara Presiden dalam keadaan kosong.
Terkait pengganti posisi Fadjroel, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komaruddin, menilai ada kecenderungan bahwa posisi Juru Bicara Presiden dikosongkan.
"Karena selama ini juga posisi jubir tak berjalan dengan baik," kata Ujang saat dihubungi Tribunnews, Selasa (26/10/2021).
Ujang juga menyebut, karena tidak berjalannya fungsi jubir, maka kerapkali Kantor Staf Presiden (KSP) turun langsung menyampaikan arahan-arahan dari presiden.
Ujang mengatakan, kalau pun nantinya posisi jubir akan diisi kembali, sosoknya akan dipilih langsung oleh presiden.
Pasalnya, Ujang menyebut, Jokowi akan menentukam pilihan sesuai kebutuhannya.
"Sosok yang dibutuhkan mesti smart dan mampu mengkomunikasikan pesan istana kepada rakyat," jelasnya.
Baca juga: 100 Ribu Unit Mobil Tesla Dipesan, Kekayaan Elon Musk Melonjak Rp509 Triliun dalam Sehari
Baca juga: Epidemiolog Nilai Wajib Tes PCR Penumpang Pesawat Sudah Sesuai, Desak Pemerintah Beri Subsidi Tes
Baca juga: Daftar Instansi yang Masuk Rekonsiliasi Hasil SKD CPNS 2021 Tahap I pada 29-30 Oktober 2021
Profil Fadjroel Rachman
Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Fadjroel Rachman lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 17 Januari 1964.
Fadjroel menempuh pendidikan S1 di Institut Teknologi Bandung dan mengambil jurusan Kimia.
Kemudian untuk pendidikan S2 dan S3, Fadjroel mengambil program Manajemen Keuangan dan Moneter di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Sebelum dilantik sebagai Duta Besar, Fadjroel ditunjuk sebagai Juru Bicara Presiden Jokowi sejak 22 Oktober 2019.
Padahal saat itu, Fadjroel masih menjabat sebagai Komisaris Utama PT Adhi Karya.