Breaking News:

Perubahan Iklim Picu Perubahan Rasa, Bau, dan Manfaat dari Secangkir Kopi, Ini Penjelasannya

Sebuah penelitian mengatakan bahwa perubahan iklim diduga bisa menjadi pemicu rusaknya kondisi pertumbuhan yang dibutuhkan oleh sebuah tanaman kopi.

Penulis: Ronna Qurrata Ayun | Editor: Rizki A
Pexels/Dominika Roseclay
ILUSTRASI Biji kopi - Perubahan iklim picu perubahan rasa, bau, dan manfaat dari secangkir kopi. 

TRIBUNTERNATE.COM - Jika rasa kopi yang biasa Anda nikmati sudah tak seenak biasanya, jangan dulu menyalahkan mesin kopi.

Alih-alih menyalahkan mesin kopi, perubahan iklim diduga bisa menjadi pemicu rusaknya kondisi pertumbuhan yang dibutuhkan oleh sebuah tanaman kopi.

Diketahui, tanaman kopi telah ditanam di lebih dari 27 juta hektare di seluruh dunia dan sebagian besar ditanam di pertanian kecil di lebih dari 50 negara.

Tanaman kopi ini paling baik tumbuh di negara beriklim tropis dengan suhu sedang dan tanah yang subur.

Baca juga: Rambut Rontok dan Kusam? Ramuan Kopi Ini Bisa Digunakan untuk Mengatasi Masalah Rambut

Kondisi ideal untuk tanaman kopi arabika sendiri yakni meliputi suhu mulai dari 57 hingga 68 fahrenheit dengan curah hujan tahunan antara 39 hingga 106 inci dan musim kemarau yang berlangsung selama 1 hingga 3 bulan.

Karena kondisi optimal itu kini menjadi kurang umum dan cuaca menjadi lebih ekstrem, kita mungkin makin merasakan perbedaan dalam secangkir kopi yang kita nikmati.

ILUSTRASI Biji kopi.
ILUSTRASI Biji kopi. (Pexels/Dominika Roseclay)

Hal itu merupakan pendapat para ilmuwan yang dituangkan dalam ulasan yang diterbitkan di Frontiers in Plant Science, seperti dikutip dari WebMD.

Mereka mencatat bahwa perubahan keseimbangan kimia tanaman kopi dapat mempengaruhi tak hanya bau dan rasa, tetapi juga senyawa yang relevan dengan kesehatan dan nutrisi yang didapatkan manusia.

Para ilmuwan itu mendasarkan simpulan mereka pada data yang diambil dari 73 penelitian yang berfokus pada faktor lingkungan dan praktik pertanian yang terkait dengan perubahan iklim serta adaptasi terhadap pola cuaca yang berubah.

Baca juga: Sudah Minum Kopi tapi Masih Ngantuk? Berikut 3 Penyebabnya & Alternatif Lain untuk Bikin Melek

Baca juga: Aktivis Iklim dan Lingkungan Greta Thunberg Sebut COP26 Gagal, Seberapa Penting COP26 bagi Dunia?

Baca juga: Perubahan Iklim hingga Vaksin, Ini 5 Hal yang Dibahas Para Pemimpin Dunia dalam KTT G20 di Italia

Menurut salah satu penulis penelitian, perkebunan di dataran tinggi umumnya menghasilkan biji kopi dengan rasa dan aroma terbaik.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved