Breaking News:

Keluarga Besar Kesultanan Ternate Tolak Pengukuhan Hidayatullah Mudaffar Sjah Sebagai Sultan

Keluarga besar Kesultanan Ternate mendatangi Kedaton Kesultanan Ternate, Maluku Utara, Rabu (15/12/2021) siang, sekitar pukul 11.20 WIT.

Penulis: Mufrid Tawary | Editor: Rizki A
Istimewa
Hidayatullah Mudaffar Sjah resmi dikukuhkan sebagai Sultan Muda Kesultanan Ternate pada Kamis (2/12/2021), sekitar pukul 13.30 WIT. 

TRIBUNTERNATE.COM - Keluarga besar Kesultanan Ternate mendatangi Kedaton Kesultanan Ternate, Maluku Utara, Rabu (15/12/2021) siang, sekitar pukul 11.20 WIT.

Maksud kedatangan mereka adalah untuk mengklarifikasi diangkatnya Hidayatullah Mudaffar Sjah sebagai Sultan Muda Ternate. 

Kedatangan keluarga besar Kesultanan Ternate dipimpin oleh Kapita Ngofa Sofyan Hamid Sjah, Jo Mayor Samsul Gani, Samroni Tomaito, Jo Ngofa Sahmardan Mudaffar Sjah, Kapita Lao Ismunandar Aim Sjah, Juru Bicara (Jubir) Kesultanan Ternate Chaisar Dano, dan Buhari Efedi Sjah (Putra Kapita Lao Alm. Effendi Sjah), serta perwakilan dari Klan Kimalaha Tomaito (Anakda Kimalaha Hi. Kene Tomaito).

Sampai di Kedaton Kesultanan Ternate, suasana sempat memanas lantaran terjadi cekcok dengan pihak Hidayatullah Mudaffar Sjah.

Bahkan, sempat terjadi adu pukul yang melibatkan beberapa orang dari perwakilan kedua pihak, tetapi beruntung kericuhan ini cepat dilerai oleh pihak keamanan.

Keluarga besar Kesultanan Ternate kemudian menyatakan sikap melalui surat bersama tertanggal 15 Desember 2021.

Mereka menolak tegas pengukuhan/pelantikan/penobatan Jo Ngofa Hidayatullah Mudaffar Sjah sebagai Sultan Ternate ke-49 yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang sangat bertentangan dengan aturan hukum konstitusi/hukum Kesultanan Ternate.

Mereka menyerahkan sepenuhnya pemilihan Sultan Ternate ke-49 berdasarkan konstitusi kesultanan Ternate, dalam hal ini Fala Raha dan Bobato 18, yang resmi dan tidak diintervensi oleh oknum/kelompok tertentu maupun politik.

Para anak cucu, cicit, dan keluarga Sultan Ternate ke-48 yang saat ini menempati Kedaton Kesultanan Ternate juga diminta agar segera meninggalkan Kedaton.

Hal ini berdasarkan Idin Sultan/Kolano Ternate ke 48 pada tanggal 1 Juni 2001 tentang tata tertib dalam kedaton yang ditandatangani oleh Sultan/Kolano Ternate ke-48, mendiang Sultan H. Mudaffar Sjah II.

“Begitu juga dengan pengelolaan Kedaton sultan Ternate dikembalikan kepada perangkat adat Kesultanan Ternate sesuai dengan amanat hukum adat yang telah berlangsung sejak sultan-sultan Ternate terdahulu,” demikian isi surat bersama yang ditandatangani Buhari Efendi Sjah, Ismunandar Aim Sjah, Sofyan Abdul Hamid Sjah, Sahmardan Mudaffar Sjah, dan Wiriati Mudaffar Sjah.

Sampai berita ini ditulis Rabu petang, kedua belah pihak belum dapat dimintai keterangan.

Pantauan wartawan di lapangan, suasana di kedaton sudah konfusif. Namun saat ini pihak keamanan masih berjaga-jaga di lokasi kedaton.

(TribunTernate.com/Mufrid Tawary) 
 

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved