Infeksi Ganda Covid-19 & Influenza 'Florona' Terdeteksi di Israel, Serang Sistem Kekebalan Tubuh
Israel mencatat kasus pertama Florona yang diyakini sebagai infeksi ganda virus Covid-19 dan influenza pada Jumat (31/12/2021) lalu.
TRIBUNTERNATE.COM - Israel mencatat kasus pertama Florona yang diyakini sebagai infeksi ganda virus Covid-19 dan influenza pada Jumat (31/12/2021) lalu.
Melansir Hindustantimes, kasus pertama Florona itu terdeteksi pada seorang wanita hamil yang dirawat dan akan melahirkan di Rabin Medical Center.
Menurut laporan surat kabar Israel Yedioth Ahronoth, wanita hamil tersebut belum divaksinasi Covid-19.
Kabar Florona ini muncul saat dunia sedang berjuang melawan gelombang baru yang disebabkan oleh varian Omicron yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada November 2021.
Varian yang menyebar dengan cepat ini telah meluas ke sebagian besar negara-negara di dunia dan telah menyalip jumlah infeksi varian Delta di Amerika Serikat (AS) dan Inggris.
Namun, masyarakat tidak perlu khawatir dengan Florona, karena ini bukanlah varian virus corona baru.
Florona diyakini sebagai infeksi Covid-19 dan influenza yang terjadi secara bersamaan dalam tubuh seseorang.
Baca juga: Kasus Omicron di Indonesia Meluas, Kemenkes Ungkap Gejala yang Paling Banyak Dialami, Waspadai
Baca juga: Omicron Merebak, Israel Segera Beri Warganya Vaksin Covid-19 Dosis Keempat, Bagaimana Indonesia?
Seorang dokter Israel mengatakan bahwa Florona sedang dipelajari lebih lanjut.
Pasalnya, dalam beberapa minggu terakhir Israel memang sedang menghadapi lonjakan kasus influenza.
Dr Nahla Abdel Wahab, seorang dokter di Rumah Sakit Universitas Kairo mengatakan kepada media Israel bahwa Florona mungkin mengindikasikan kerusakan besar pada sistem kekebalan tubuh.
Sebab, dalam kasus ini dua virus memasuki tubuh manusia dalam waktu yang bersamaan.
Di sisi lain, saat ini Isreal sudah memulai program vaksinasi Covid-19 dosis keempatnya pada Jumat (31/12/2021).
Vaksin dosis keempat itu diberikan kepada mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau terganggu.
Para ahli juga telah menandai Delmicron, kombinasi varian Delta dan Omicron, yang mungkin menyebabkan lonjakan kasus di AS dan Eropa.
Perlu diketahui, Delmicron bukanlah varian baru, tetapi serangan strain Delta dan Omicron secara bersama-sama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/fluflu-gitu.jpg)