Ada 13 Korban Pemerkosaan Herry Wirawan, KPAI: Jumlah Restitusi untuk Korban Terlalu Kecil
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti, mengatakan jumlah restitusi terlalu kecil. Sementara, jumlah korban ada 13.
TRIBUNTERNATE.COM - Vonis yang dijatuhkan pada Herry Wirawan (36), terpidana kejahatan seksual terhadap13 santriwati di Bandung, Provinsi Jawa Barat, menuai sorotan.
Tak hanya tentang vonis hukuman penjara seumur hidup, alih-alih bukan hukuman mati, tetapi juga mengenai restitusi terhadap korban.
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti, mengatakan jumlah restitusi terlalu kecil.
Padahal, jumlah korban ada 13 orang beserta anak-anaknya yang berjumlah 9 bayi.
Selain itu, Retno meminta agar dilakukan usaha banding pada vonis yang diberikan Herry Wirawan.
"Kami mendorong banding juga terutama soal perbaikan restitusi."
"Restitusi ini terlalu kecil, kalau memang Rp 331 juta itu dijatuhkan untuk 13 korban ditambah 9 bayi, maka satu anak itu kira-kita sekitar Rp 15 juta. Sementara hidupnya kan masih panjang."
"Ini ada kerugian materiil dan imateriil. Jadi kerugiannya harusnya miliar bahkan satu orang," katanya.
Ha ini juga bila diperhitungkan dari usia si anak hingga 18 tahun mendatang. Terlebih sejumlah korban berasal dari keluarga tidak mampu.
"Jadi kalau diperhitungkan kembali dan yang melakukan kan LPSK ya, kalau LPSK dihitung kan banyak aspeknya. Yakni dari anak ini yang pada usia sekarang sampai dengan 18 tahun itu kira-kira berapa?"
"Mengingat karakter korban ini kan juga dari kalangan orang tidak mampu juga."
"Jangan sampai mereka nanti nasibnya tidak jelas," tegas Retno dikutip dari Kompas TV, Rabu (16/2/2022).
Baca juga: Video Anggap Covid-19 Tidak Ada Viral, Bupati Karanganyar Beri Penjelasan
Baca juga: Naik Rp1 Juta, Kemenag Usulkan Biaya Ibadah Haji Tahun 2022 Jadi Rp45 Juta
Baca juga: Fakta-fakta Koboi Pondok Indah Todongkan Senjata ke Tukang Bangunan: Terganggu Suara Renovasi Rumah
Retno juga meminta kepada pemerintah daerah agar memfasilitasi bagaimana upaya agar mereka para korban dapat hidup dengan nyaman di lingkungan rumah mereka.
"Berikutnya pemerintah daerah perlu dibebani juga soal rehabilitasi dan reintegrasi."
"Karena saya rasa ini akan terus tersemat stigma kepada anak-anak ini dimata masyarakat," kata Retno.