Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kisah Wanita Korban Penipuan Berkedok Pre-Order Minyak Goreng: Rp95 Juta Melayang, Barang Nihil

Salah satu korban dari penipuan berkedok pre-order minyak goreng itu adalah Safitri Agustini (36), seorang warga Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Tribunternate.com/Arafik Hamid
ILUSTRASI - Minyak Goreng di salah satu swalayan di Halmahera Utara, Jumat (21/1/2022). Salah satu korban dari penipuan berkedok pre-order minyak goreng di Bandung, Jawa Barat adalah Safitri Agustini (36), seorang warga Rancaekek, Kabupaten Bandung. 

TRIBUNTERNATE.COM - Di tengah langkanya dan mahalnya harga minyak goreng di pasaran, kasus penipuan pun bermunculan.

Kali ini, penipuan berkedok pre-order minyak goreng terjadi di Bandung, Jawa Barat.

Dalam penipuan ini, puluhan ibu-ibu yang bermaksud memborong minyak goreng dengan harga murah menjadi korban.

Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar, sementara IR, terduga pelaku, kini menghilang entah ke mana.

Salah satu korban dari penipuan berkedok pre-order minyak goreng itu adalah Safitri Agustini (36), seorang warga Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Dalam kasus ini, Safitri mengaku mengalami kerugian hingga Rp 95 juta.

Awal pemesanan menurutnya berjalan lancar, tetapi di pemesanan berikutnya proses tersendat, minyak goreng tak diterima, uang yang disetor pun tak juga dikembalikan.

Safitri mengaku saat ini dia belum melapor ke polisi.

Dia baru konsultasi dan diarahkan untuk melapor ke Polrestabes Bandung atau Polda karena jumlah kerugian dari seluruh korban, sekitar Rp 1,5 miliar.

"Ya, rencananya akan melapor ke Polresta, nanti," ujar Safitri, saat ditemui di kediamannya, yang berada di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Junat (25/2/2022).

Safitri mengaku, pihaknya telah memesan minyak goreng kepada IR, sejak 13 Desember 2021.

"Sudah tujuh kali PO, pas minyak goreng lagi mahal-mahalnya dan langka. Dijual ke saya Rp 30 ribu dan 31 ribu kemasan dua liter," kata Safitri.

Baca juga: Bank Mandiri Minta Maaf karena Aplikasi Livin by Mandiri Error dan Ungkap Penyebabnya

Baca juga: Kapolda Sumut Sebut Tak Ada Dugaan Penimbunan pada Temuan 1,1 Juta Kg Minyak Goreng di Deliserdang

Safitri mengaku, awalnya barang lancar dan diterimanya.

"Saya masuk PO lagi itu tanggal 10, 11, 12 Januari 2022, terus dia bilang satu minggu gak ada, dia bilang lagi dari gudangnya gak ada," ujar dia.

Terakhir menurut Safitri, pelaku mengatakan mau retur dananya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved