Kamis, 28 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Terkini Internasional

Sejumlah Perusahaan Multinasional Kompak Mundur dari Rusia, Ada Disney, Apple, hingga Boeing

Sejumlah perusahaan multinasional, seperti Disney, Apple, hingga Boeing berbondong-bondong menghentikan operasional perusahaan mereka di Rusia.

Tayang:
Frederic J. BROWN/AFP
Perusahaan hiburan Disney hentikan operasi di Rusia - Dalam foto: Disney Studio Store di Hollywood, California pada 30 September 2020. 

TRIBUNTERNATE.COM - Sejumlah perusahaan multinasional, seperti Apple, Disney, hingga Ford berbondong-bondong menghentikan operasional perusahaan mereka di Rusia.

Pada Selasa (2/3/2022), perusahaan Exxon mengumumkan bahwa mereka akan mundur dari proyek Rusia terakhirnya.

Melansir CNN Business, Exxon berjanji meninggalkan proyek minyak dan gas terakhir yang tersisa di Rusia dan tidak berinvestasi dalam pengembangan baru di negara tersebut.

Sementara itu, perusahaan Boeing mengatakan bahwa mereka telah menangguhkan operasional berskala besar di Moskow, Rusia.

Perusahaan pemain energi global, termasuk BP dan Shell juga telah bergerak mundur dari Rusia.

Shell keluar dari Rusia dan meninggalkan usaha patungannya dengan Gazprom, termasuk keterlibatannya dengan jaringan pipa gas alam Nord Stream 2 yang hampir mati.

TotalEnergies, sebuah perusahaan minyak dan gas multinasional terkemuka, juga mengutuk tindakan Rusia dan mengatakan tidak akan lagi memberikan modal untuk proyek baru di negara tersebut.

Sementara di dunia hiburan, perusahaan Disney dan perusahaan induk CNN, yakni WarnerMedia juga telah "meninggalkan Rusia.

Mereka berhenti merilis film di negara tersebut.

Baca juga: Lebih dari 677.000 Orang Ukraina Mengungsi dari Serangan Rusia, Sebagian Besar ke Polandia

Baca juga: Susul Facebook, YouTube Ikut Blokir Iklan dan Monetisasi Semua Akun Pemerintah Rusia di Platformnya

Produsen mobil terkemuka asal Amerika Serikat (AS), Ford juga telah mengumumkan pada Selasa (2/3/2022) bahwa mereka menangguhkan operasinya di Rusia.

Perusahaan itu memiliki 50 persen saham di Ford Sollers, sebuah perusahaan patungan yang mempekerjakan setidaknya 4.000 orang dan dibagi dengan perusahaan Rusia Sollers.

Sebelumnya, pekan lalu General Motors juga mengatakan bahwa pihaknya menghentikan semua ekspor ke negara tersebut sampai waktu yang tidak ditentukan.

Sementara, Boeing mengatakan bahwa mereka akan menangguhkan dukungan untuk maskapai Rusia.

Sejalan dengan Boeing, Airbus juga melakukan langkah serupa pada Rabu (2/3/2022).

Dalam sebuah pernyataan, pembuat pesawat mengatakan bahwa mereka telah "menangguhkan layanan dukungan untuk maskapai Rusia, serta pasokan suku cadang ke negara itu."

Perusahaan Apple yang didirikan oleh Steve Jobs pada 1 April 1976.
Perusahaan Apple yang didirikan oleh Steve Jobs pada 1 April 1976. (INC)

Selain perusahaan-perusahaan tersebut, perusahaan teknologi besar seperti Apple juga telah berhenti menjual produknya di Rusia.

Pada Selasa (2/3/2022), perusahaan teknologi terbesar di dunia itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka "sangat prihatin" tentang invasi Rusia.

Mereka juga telah bergerak untuk membatasi akses ke layanan digital di dalam Rusia, seperti Apple Pay dan membatasi ketersediaan aplikasi media pemerintah Rusia di luar negeri.

Facebook atau Meta juga akan memblokir akses ke outlet berita Rusia RT dan Sputnik di seluruh Uni Eropa.

Meta juga mengatakan bahwa pihaknya telah menerapkan pembatasan algoritmik ke media pemerintah Rusia yang seharusnya mencegahnya muncul secara mencolok di umpan pengguna.

Twitter juga mengumumkan rencana untuk "mengurangi visibilitas dan amplifikasi" konten media pemerintah Rusia.

Baca juga: Ukraina Bentuk IT Army untuk Serang Rusia di Dunia Maya, Sejumlah Situs Rusia Berhasil Dilumpuhkan

Baca juga: Tepis Isu Melarikan Diri di Tengah Invasi Rusia, Presiden Ukraina Unggah Video: Saya Tetap di Sini

Kemudian, Netflix mengatakan bahwa mereka menolak untuk menayangkan saluran TV pemerintah Rusia di negara tersebut.

Sementara, Spotify mengatakan bahwa mereka telah menutup kantornya di Rusia "tanpa batas waktu".

Selain itu, mereka juga membatasi acara yang "dimiliki dan dioperasikan oleh media yang berafiliasi dengan pemerintah Rusia".

YouTube yang dimiliki oleh Google, mengatakan selama akhir pekan telah memblokir media pemerintah Rusia di Ukraina, termasuk RT.

Platform video juga mengatakan bahwa itu akan "secara signifikan membatasi rekomendasi untuk saluran-saluran ini."

Google dan YouTube juga mengatakan mereka tidak akan lagi mengizinkan outlet media pemerintah Rusia untuk menjalankan iklan atau memonetisasi konten mereka.

Perusahaan keuangan seperti Mastercard juga mengumumkan bahwa mereka telah "memblokir beberapa lembaga keuangan" dari jaringannya.

Hal itu dilakukan sebagai akibat dari sanksi anti-Rusia, dan akan "terus bekerjasama dengan regulator di hari-hari mendatang".

Visa juga mengatakan pada Selasa (2/3/2022) bahwa pihaknya mengambil langkah-langkah untuk mematuhi situasi yang berkembang.

(TribunTernate.com/Ron) (CNN Business)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved