Ramadhan 2022
Ini Golongan Orang Meninggal yang Masih Wajib Membayar Utang Puasa Ramadan, Berikut Cara Membayarnya
Bagi orang yang sudah meninggal, ada beberapa golongan atau kriteria orang yang masih wajib membayar puasa Ramadan dan yang tidak wajib, seperti apa?
Lantas, bagaimana cara membayar utang puasa Ramadan orang yang sudah meninggal tersebut?
Apakah utang puasa orang tersebut qadha-nya boleh dibagikan atau dibayarkan oleh orang lain?
“Bisa dibayar oleh ahli waris, oleh orang-orang terdekat, kalau dia seorang ibu mungkin anaknya atau suaminya. Kalau dia seorang anak ya oleh orangtuanya, oleh saudara-saudaranya, itu boleh,” tutur Wahid.
Sementara, orang meninggal yang tidak wajib membayar utang puasa Ramadan adalah ia yang sedang puasa Ramadan lalu sakit, kemudian meninggal.
“Nah, beda lagi kasusnya dengan seseorang yang sedang puasa dia sakit, dia tidak berpuasa, kemudian sebelum akhir Ramadan dia meninggal.”
“Nah itu dia dalam keadaan tidak utang puasa Ramadan, jadi tidak perlu dibayar,” jelas Wahid.
Dengan demikian, ada perbedaan antara orang yang sudah meninggal dan tetap wajib membayar utang puasa Ramadan dengan orang yang sudah meninggal dan tidak wajib membayar utang puasa Ramadan.
“Jadi beda, ada orang sakit yang dia tidak berpuasa lalu sampai setelah Ramadan dia belum sempat membayar utang puasa lalu meninggal, nah itu dibayar qadhanya oleh orang yang sehat, maksudnya saudaranya.”
“Tetapi kalau meninggal dalam keadaan sedang berpuasa di masa Ramadan, dia sakit misalnya, terus meninggal, tidak puasa pada waktu itu, nah itu tidak ada qadha baginya, sudah selesai, dia tidak memiliki tanggung jawab di hadapan Allah, begitu,” pungkas Wahid.
Video selengkapnya:
Baca juga: Aturan Kerja Pegawai Selama Bulan Puasa, Masih Menunggu Edaran Dari PANRB
Baca juga: Berpuasa Ramadhan tapi Tak Jalankan Sholat Wajib 5 Waktu, Bagaimana Hukumnya?
Kapan seharusnya kita membayar utang puasa Ramadan?
Menurut Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta, Shidiq, membayar utang puasa Ramadan dianjurkan sesegera mungkin.
"Sebaiknya memang dianjurkan sesegera mungkin membayar utang puasa dan kalau bisa berurutan," kata Shidiq.
Sebab, manusia tidak tahu kapan dan di mana ia akan menemui ajalnya.