Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Ramadhan 2022

Ini Golongan Orang Meninggal yang Masih Wajib Membayar Utang Puasa Ramadan, Berikut Cara Membayarnya

Bagi orang yang sudah meninggal, ada beberapa golongan atau kriteria orang yang masih wajib membayar puasa Ramadan dan yang tidak wajib, seperti apa?

minanews.net
ILUSTRASI Bulan suci Ramadan - Golongan orang meninggal yang masih wajib membayar utang puasa. 

TRIBUNTERNATE.COM - Simak penjelasan tentang golongan orang meninggal yang masih wajib membayar utang puasa Ramadan, bila masih memiliki utang.

Bulan Syaban hampir berlalu, bulan suci Ramadan 1443 Hijriah pun akan segera tiba.

Bagi seorang Muslim yang masih memiliki utang puasa Ramadan pun dianjurkan untuk segera membayarnya sebelum bulan suci datang.

Lantas, bagaimana dengan orang yang sudah meninggal, namun masih memiliki utang puasa Ramadan?

Apakah ia tetap harus membayar lunas utang puasanya atau bisa dilewatkan begitu saja?

Ibadah puasa Ramadan sendiri hukumnya wajib.

Maka, semua Muslim yang meninggalkan atau melewatkan puasa Ramadan wajib untuk segera membayarnya.

Bagi orang yang masih hidup, membayar utang puasa Ramadan bisa dilakukan kapan saja, namun sebaiknya menyegerakannya.

Namun, bagi orang yang sudah meninggal, ada beberapa golongan atau kriteria orang yang masih wajib membayar dan yang tidak wajib.

Baca juga: Lupa Jumlah Utang Puasa Ramadan, Bagaimana Cara Membayarnya? Ini Penjelasan Ustaz

Baca juga: Membayar Utang Puasa Ramadan Setelah Nisfu Syaban, Bolehkah? Ini Penjelasan Para Ustaz

Berikut penjelasan Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah, Ustaz Wahid Ahmadi terkait golongan orang meninggal yang masih wajib membayar utang puasa Ramadan dan juga cara membayarnya.

Mengutip YouTube Tribunnews.com, menurut Wahid, ada orang meninggal yang wajib membayar utang puasa Ramadan dan yang tidak wajib membayar.

Orang yang sudah meninggal dan wajib membayar utang puasa Ramadan adalah ia yang saat Ramadan memiliki halangan, seperti misalnya sakit sehingga kemudian membatalkan puasanya.

Namun, setelah Ramadan usai, orang tersebut tak kunjung membayar utang puasa dan di kemudian hari justru meninggal dunia, maka orang itu wajib membayar utang puasa.

“Kalau misalnya ada orang yang membatalkan puasa, mungkin karena sakit, terus selesai bulan Ramadan dia belum kunjung membayar, karena belum qadha, mungkin nanti-nanti begitu.”

“Nah, dalam keadaan seperti itu dia meninggal, maka dia meninggalnya statusnya punya utang, utang puasa ya,” jelas Wahid.

Ilustrasi orang sakit di bulan Ramadan.
Ilustrasi orang sakit di bulan Ramadan. (Freepik)
Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved